Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) akan memangkas pasukan mereka di Afghanistan menjadi hanya 2.500 personel pada Januari 2021, jumlah terendah dalam tempo dua dekade. Hal itu diungkapkan Pentagon, Selasa (17/11).
Hal itu sesuai dengan janji Presiden Donald Trump untuk mengakhiri konflik di luar negeri.
Penjabat Menteri Pertahanan AS Chris Miller mengatakan sekitar 2 ribu personel militer akan ditarik dari Afghanistan hingga 15 Januari dan 500 lainnya akan ditarik dari Irak.
Baca juga: Dokter dan Perawat Desak Trump Berbagi Data Covid-19 dengan Biden
Itu berarti personel militer AS di masing-masing negara berjumlah 2.500 personel.
"Langkah itu merefleksikan kebijakan Trump untuk mengakhiri perang di Afghanistan dan Irak dengan sukses dan bertanggung jawab serta memulangkan prajurit pemberani AS," ujar Miller. (AFP/OL-1)
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan lawatan ke AS pada 19 Februari 2026, termasuk rencana penandatanganan kesepakatan tarif dagang Indonesia-AS.
AMERIKA Serikat menyatakan menolak langkah aneksasi Tepi Barat oleh Israel. AS menekankan pentingnya menjaga stabilitas di wilayah pendudukan Palestina tersebut.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tegaskan bantuan ke Kuba berlanjut meski ada sanksi AS. Sebanyak 814 ton makanan dikirim via kapal perang sebagai bentuk solidaritas.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved