Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA bulan sebelum dia akan meninggalkan kantor, Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertanya kepada para asistennya tentang kemungkinan menyerang fasilitas nuklir Iran.
Menurut laporan The New York Times, Senin (17/11), selama pertemuan di Oval Office, beberapa waktu lalu, pemimpin Republik yang akan lengser itu bertanya kepada beberapa pembantu utama, termasuk Wakil Presiden Mike Pence, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, dan ketua Kepala Gabungan, Jenderal Mark Milley. Ia bertanya ada tidaknya opsi baginya untuk mengambil tindakan terhadap situs nuklir utama Iran dalam beberapa pekan mendatang.
Para pejabat senior itu sontak menghalangi presiden untuk bergerak maju dengan serangan militer. Mereka memperingatkannya, tulis Times, bahwa serangan semacam itu dapat meningkat menjadi konflik yang lebih luas pada minggu-minggu terakhir masa kepresidenannya.
Juru bicara pemerintah Iran Ali Rabiei mengatakan setiap tindakan militer akan ditanggapi dengan tanggapan yang menghancurkan. Akan tetapi, dia secara pribadi merasa tidak mungkin Washington ingin menciptakan ketidakstabilan.
"Tanggapan ringkas kami selalu bahwa setiap tindakan terhadap rakyat Iran akan ditanggapi dengan tanggapan yang menghancurkan," kata Rabiei pada konferensi pers, Selasa (17/11).
Dia mengatakan itu pendapat pribadinya, bukan dari juru bicara pemerintah. Artinya, mungkin ada upaya tetapi dia tidak berharap bahwa mereka ingin membawa ketidakamanan kepada dunia dan kawasan.
Trump dilaporkan meminta pembantunya untuk opsi setelah laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan bahwa Iran terus menimbun uranium yang diperkaya rendah di atas batas yang ditetapkan oleh perjanjian pada 2015 dengan negara-negara besar. Ini terjadi sejak perjanjian itu ditinggalkan Trump.
Menurut Times, target yang paling mungkin dari serangan semacam itu yakni pabrik bahan bakar nuklir utama negara itu di Natanz, Iran tengah. Penarikan Trump dari perjanjian nuklir pada 2018 diikuti oleh penerapan kembali secara sepihak sanksi ekonomi yang melumpuhkan Iran. Artinya, hal tersebut menangguhkan beberapa kewajiban Iran berdasarkan kesepakatan tersebut.
Pemerintah Eropa yang telah berjuang untuk mempertahankan kesepakatan itu telah didukung oleh proyeksi kemenangan dari Demokrat Joe Biden dalam pemilihan presiden AS dua minggu lalu. Hal tersebut meningkatkan prospek pendekatan diplomatik baru dari Gedung Putih.
Namun pemerintahan Trump, yang belum mengakui kekalahan, berjanji untuk meningkatkan kebijakan hukumannya kepada Iran. Beberapa analis melihatnya sebagai upaya untuk membangun tembok sanksi yang sulit dibongkar oleh pemerintahan Biden setelah ia menjabat pada Januari nanti. (AFP/OL-14)
Bagi Iran, ini cukup sederhana. Selama mereka tidak kalah, mereka menang
Tanpa aliran minyak ini, rantai pasokan global akan terganggu parah. Dengan pasokan yang terbatas dan permintaan yang meningkat, harga kemungkinan akan naik.
Dia juga ditanya apakah perang akan berakhir minggu ini, dan dia menjawab tidak, tetapi akan segera berakhir.
Penasihat Donald Trump mendesak jalan keluar cepat dari konflik Iran seiring lonjakan harga minyak. Trump janji perang segera usai, tetapi kemenangan belum pasti.
Keputusan ini pun memunculkan pertanyaan besar: apakah ini murni keputusan internal Iran, atau ada dinamika geopolitik yang lebih besar di baliknya?
HARGA minyak dunia sempat anjlok tajam di tengah konflik Amerika Serikat dan Iran setelah pernyataan Presiden Donald Trump yang mengisyaratkan perang bisa segera berakhir.
Ia menambahkan bahwa Iran berniat untuk memutus siklus perang-negosiasi-gencatan senjata dan kemudian perang lagi.
Bagi Iran, ini cukup sederhana. Selama mereka tidak kalah, mereka menang
Kepulangan mereka melalui proses penerbangan dengan maskapai Turkish Airlines dengan jalur Baku, Azerbaijan dan diterbangkan ke Jakarta.
Tanpa aliran minyak ini, rantai pasokan global akan terganggu parah. Dengan pasokan yang terbatas dan permintaan yang meningkat, harga kemungkinan akan naik.
Dia juga ditanya apakah perang akan berakhir minggu ini, dan dia menjawab tidak, tetapi akan segera berakhir.
Surat Megawati kepada Mojtaba Khamenei itu diserahkan kepada Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved