Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
JELANG puncak pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) pada 3 November, berbagai upaya digencarkan tim kampanye masing-masing kandidat.
Apabila Presiden AS Donald Trump dan timnya gencar mengunjungi sejumlah negara bagian dalam sisa waktu 2 hari, lain hal dengan tim kampanye kandidat dari Partai Demokrat, Joe Biden.
Dalam kampanye Biden yang terbaru, mantan Presiden AS sekaligus petinggi Partai Demokrat, Barack Obama, melakukan phone banking terhadap warga AS. Gaya unik Obama ini sontak membuat orang yang ditelponnya kaget.
Baca juga: Obama Kecam Trump Kala Berkampanye untuk Biden
"Hai Alyssa, ini Barack Obama. Saya mantan Presiden AS, apakah Anda ingat? Saya sedang melakukan phone banking untuk Joe Biden,” tutur Obama dalam sebuah video kampanye.
Penerima telpon yang merupakan seorang ibu rumah tangga itu pun langsung kaget. Dia tidak menyangka bahwa yang menelponnya adalah mantan orang nomor satu di Negeri Paman Sam. "Saya merasa seperti diserang kepanikan," respons Alyssa.
Dengan sedikit berbasa-basi, Obama menyampaikan tujuannya. Dia mengingatkan Alyssa bahwa hari puncak pemilihan presiden AS semakin dekat. Dia juga ingin memastikan bahwa Alysa akan mengikuti pesta demokrasi.
"Saya berharap Anda memilih Joe Biden dan Kamala Harris. Jika Anda tidak tahu lokasi pemungutan suara, saya bisa membantu dan memberimu informasi apa saja," lanjut Obama dalam percakapan itu.
"Saya akan berada di sana. Saya sangat senang untuk memilih mereka. Saya sudah tidak sabar," balas Alyssa penuh semangat.
Baca juga: Staf Positif Covid-19, Kamala Harris Hentikan Kampanye
Mantan Presiden AS dua periode itu meminta Alyssa untuk mengajak keluarga dan temannya untuk memilih pasangan Biden-Harris. Setelah memastikan Alyssa akan memberikan suara, Obama kemudian mengubah topik pembicaraan. Dia menanyakan siapa yang sedang bersama Alyssa.
Alyssa menyebut dirinya tengah bersama anaknya yang masih berusia 8 bulan, Jackson. Dengan nada bercanda, Obama meminta Alyssa mengecek kondisi bayinya. Kemungkinan, Jackson sedang lapar, atau ingin popoknya diganti, atau bisa jadi tidak senang mendengar ibunya berbicara dengan orang lain.
Namun, Alyssa langsung menegaskan bahwa anaknya senang bahwa ibunya ditelpon sosok yang luar biasa. Percakapan singkat Obama itu menunjukkan gaya kampanye baru yang menarik. Dengan sisa waktu 2 hari, ini menjadi upaya terakhir Partai Demokrat untuk kembali menguasai Gedung Putih.(OL-11)
Terlebih, hasil survei terkini Median menempatkan elektabilitas Anies dan KDM masuk tiga besar di bawah Prabowo.
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dinilai masih menjadi dua figur utama yang sulit tergeser dalam bursa calon presiden pada Pilpres 2029.
Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda memastikan mekanisme pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres) tetap dilakukan secara langsung oleh rakyat.
Keputusan Prabowo memberikan amnesti pada Hasto Kristiyanto dan abolisi pada Tom Lembong harus dibaca menggunakan asumsi yang tepat
Indonesia telah memiliki pemimpin nasional dari berbagai latar belakang, mulai dari militer (TNI) hingga sipil, tetapi belum ada yang berasal dari korps kepolisian.
Core memprediksi pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2025 akan lebih rendah jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2024.
PRESIDEN Donald Trump memperjelas selama berbulan-bulan bahkan mungkin bertahun-tahun bahwa ia termotivasi secara unik oleh keinginan untuk memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian.
Donald Trump kembali berambisi meraih Nobel Perdamaian 2025. Di balik upaya diplomatiknya, tersimpan obsesi terhadap prestise global dan persaingan dengan Barack Obama.
Jaksa Agung Pam Bondi memerintahkan pembentukan dewan juri menyelidiki dugaan rekayasa intelijen era Obama terkait Rusia.
DIREKTUR Intelijen Nasional AS, Tulsi Gabbard, merilis sejumlah dokumen yang mengaitkan pejabat pemerintahan Obama melakukan pengkhianatan terkait pemilu presiden AS pada 2016.
Mantan Presiden AS Barack Obama serukan Partai Demokrat lebih tegas n berani hadapi tantangan politik di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.
Donald Trump mengeluarkan ancaman pemotongan dana terhadap kampus di Amerika Serikat (AS).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved