Headline

Istana minta Polri jaga situasi kondusif.

Warga Brasil Protes Kewajiban Vaksinasi Covid-19

Basuki Eka Purnama
02/11/2020 09:26
Warga Brasil Protes Kewajiban Vaksinasi Covid-19
Gubernur Sao Paulo Joao Doria(AFP/Nelson ALMEIDA)

LEBIH dari 300 warga Brasil berkumpul di jalan raya komersial utama Sao Paulo, Minggu (1/11), memprotes dukungan Gubernur Joao Doria terhadap kewajiban imunisasi covid-19.

Mereka juga menentang pengujian vaksin potensial yang dikembangkan perusahaan biofarmasi Tiongkok, Sinovac. Para pengunjuk rasa di Sao Paulo melakukan aksi mereka untuk mendukung Presiden Jair Bolsonaro.

Satu demonstran memegang tanda bertuliskan, "Kami bukan kelinci percobaan" dan satu orang lagi--dengan mengenakan masker--memperlihatkan tulisan "Tidak untuk vaksin".

Baca juga: Positif Covid-19, Menkes Brasil Kembali Dirawat di RS

Banyak di antara para pengunjuk rasa itu tidak memakai masker.

"Kami menentang Joao Doria, yang sekarang akan mewajibkan vaksin itu, bertentangan dengan keinginan kami," kata Andre Petros, seorang demonstran.

"Ini tidak terjadi di mana pun di dunia, bahkan di Tiongkok," lanjutnya.

Doria sebelumnya berbicara dengan arah mendukung kewajiban vaksinasi, begitu vaksin tersedia. Sikapnya itu memicu pertengkaran dengan Bolsonaro, yang bersumpah vaksinasi akan bersifat sukarela.

Ketua Mahkamah Agung Brasil mengatakan pengadilan pada akhirnya akan memutuskan masalah tersebut.

Di Brasil, warga wajib diimunisasi dengan beberapa jenis vaksin, termasuk vaksin Hepatitis B yang diberikan pada bayi yang baru lahir.

Brasil mencapai keberhasilan besar pada gerakan vaksinasi besar-besaran pada masa lalu, misalnya dalam memberantas polio pada 1980-an.

Di Sao Paulo, vaksin Sinovac sedang diuji sebagai bagian dari pengujian klinis fase III dengan dukungan dari pemerintah Doria.

Kementerian Kesehatan Brasil, Oktober lalu, mengumumkan akan membeli 46 juta dosis vaksin buatan Sinovac jika mendapat persetujuan badan pengawas, dalam kesepakatan yang didukung para gubernur negara bagian.

Namun, sehari kemudian, Bolsonaro, yang beraliran konservatif, mengatakan negaranya tidak akan membeli vaksin tersebut.

Bolsonaro telah berulang kali menyerang Tiongkok sejak masa kampanye 2018, pada saat negara-negara Asia meningkatkan investasi dan pengaruh di Brasil.

Dengan 5,5 juta kasus covid-19, Brasil dilanda wabah virus korona terburuk ketiga secara global, setelah Amerika Serikat dan India. (Ant/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya