Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITI di Inggris, Selasa (20/10), mengatakan mereka berharap dapat menginfeksi sukarelawan yang sehat dengan virus yang menyebabkan covid-19. Hal itu merupakan bagian dari sebuah studi inovatif untuk mengetahui jumlah virus yang dibutuhkan agar seseorang terinfeksi.
Program Tantangan Manusia - kemitraan yang mencakup Imperial College London - berharap pekerjaan itu pada akhirnya akan membantu masayarakat dunia.
"(Berharap) mengurangi penyebaran virus korona, mengurangi dampaknya, dan mengurangi kematian," tulis Imperial College.
Baca juga: Rumah Sakit di Madrid Berjuang saat Lonjakan Korona
Sebagai yang pertama di dunia, tahap pembukaan proyek akan memeriksa kemungkinan untuk memaparkan sukarelawan yang sehat dengan virus korona SARS-CoV-2.
Mereka berencana merekrut sukarelawan berusia antara 18 dan 30 tahun tanpa kendala kesehatan yang mendasar seperti penyakit jantung, diabetes, atau obesitas.
"Pada fase awal ini, tujuannya adalah menemukan jumlah virus terkecil yang diperlukan untuk menyebabkan seseorang terinfeksi covid-19," kata Imperial College dalam sebuah pernyataan.
Jenis penelitian ini, yang dikenal sebagai studi tantangan manusia, jarang digunakan karena beberapa orang menganggap risiko yang terlibat dalam menginfeksi individu yang sehat tidak etis.
Tetapi para peneliti yang berlomba memerangi covid-19 mengatakan risiko itu bisa dibenarkan. Lantaran penelitian semacam itu berpotensi dengan cepat mengidentifikasi vaksin yang paling efektif dan membantu mengendalikan penyakit yang telah menewaskan lebih dari 1,1 juta orang di seluruh dunia.
"Dengan sengaja menginfeksi sukarelawan dengan patogen manusia yang diketahui tidak pernah dianggap enteng," kata Profesor Peter Openhaw, rekan peneliti dalam studi tersebut.
"Namun, penelitian semacam itu sangat informatif tentang suatu penyakit, bahkan yang dipelajari dengan sangat baik seperti covid-19."
Studi tantangan manusia sebelumnya telah digunakan untuk mengembangkan vaksin untuk penyakit termasuk tifus, kolera, dan malaria. (CNA/OL-1)
SEBUAH penemuan luar biasa datang dari tim peneliti Rusia yang berhasil menghidupkan kembali tanaman berbunga asal Siberia, Silene stenophylla, dari biji yang telah terkubur 32 ribu tahun.
Ruang lingkup kerja sama antara lain mencakup pelaksanaan penelitian bersama dalam bidang lingkungan hidup dan transisi energi serta program pemagangan bagi mahasiswa Teknik Lingkungan ITY.
Reaksi emosional selama ini kerap dianggap persoalan selera pribadi, dipengaruhi oleh DNA masing-masing individu merespons karya seni.
Para ilmuwan dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat, berhasil mendemonstrasikan bahwa kera besar memiliki kapasitas kognitif untuk "bermain pura-pura" (play pretend).
STUDI dari Spanyol melakukan sebuah penelitian untuk mencoba membantu diagnosis penyakit Alzheimer pada usia 50 tahun. Percobaan itu dilakukan dengan melakukan tes darah.
AHLI biologi dari Hebei University, Tiongkok, Ming Li bersama rekan-rekannya melakukan penelitian dan menemukan bahwa rambut bisa mendeteksi Parkinson
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved