Rabu 21 Oktober 2020, 07:29 WIB

Peneliti akan Paparkan Virus pada Relawan untuk Pelajari Covid-19

Faustinus Nua | Internasional
Peneliti akan Paparkan Virus pada Relawan untuk Pelajari Covid-19

AFP/Lizabeth MENZIES / Centers for Disease Control and Prevention
Gambar ilustrasi virus korona keluaran CDC

 

PENELITI di Inggris, Selasa (20/10), mengatakan mereka berharap dapat menginfeksi sukarelawan yang sehat dengan virus yang menyebabkan covid-19. Hal itu merupakan bagian dari sebuah studi inovatif untuk mengetahui jumlah virus yang dibutuhkan agar seseorang terinfeksi.

Program Tantangan Manusia - kemitraan yang mencakup Imperial College London - berharap pekerjaan itu pada akhirnya akan membantu masayarakat dunia.

"(Berharap) mengurangi penyebaran virus korona, mengurangi dampaknya, dan mengurangi kematian," tulis Imperial College.

Baca juga: Rumah Sakit di Madrid Berjuang saat Lonjakan Korona

Sebagai yang pertama di dunia, tahap pembukaan proyek akan memeriksa kemungkinan untuk memaparkan sukarelawan yang sehat dengan virus korona SARS-CoV-2.

Mereka berencana merekrut sukarelawan berusia antara 18 dan 30 tahun tanpa kendala kesehatan yang mendasar seperti penyakit jantung, diabetes, atau obesitas.

"Pada fase awal ini, tujuannya adalah menemukan jumlah virus terkecil yang diperlukan untuk menyebabkan seseorang terinfeksi covid-19," kata Imperial College dalam sebuah pernyataan.

Jenis penelitian ini, yang dikenal sebagai studi tantangan manusia, jarang digunakan karena beberapa orang menganggap risiko yang terlibat dalam menginfeksi individu yang sehat tidak etis.

Tetapi para peneliti yang berlomba memerangi covid-19 mengatakan risiko itu bisa dibenarkan. Lantaran penelitian semacam itu berpotensi dengan cepat mengidentifikasi vaksin yang paling efektif dan membantu mengendalikan penyakit yang telah menewaskan lebih dari 1,1 juta orang di seluruh dunia.

"Dengan sengaja menginfeksi sukarelawan dengan patogen manusia yang diketahui tidak pernah dianggap enteng," kata Profesor Peter Openhaw, rekan peneliti dalam studi tersebut.

"Namun, penelitian semacam itu sangat informatif tentang suatu penyakit, bahkan yang dipelajari dengan sangat baik seperti covid-19."

Studi tantangan manusia sebelumnya telah digunakan untuk mengembangkan vaksin untuk penyakit termasuk tifus, kolera, dan malaria. (CNA/OL-1)

Baca Juga

AFP/JOEL SAGET

Malaysia Pesan 12,8 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Pfizer

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 28 November 2020, 16:30 WIB
Pfizer akan memberikan satu juta dosis pertama pada kuartal pertama 2021, diikuti dengan 1,7 juta dosis, 5,8 juta, dan 4,3 juta dosis pada...
Medcom.id

Korsel Gagalkan Upaya Korut Retas Pembuat Vaksin Covid-19

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 28 November 2020, 16:15 WIB
Korea Utara belum mengonfirmasi kasus covid-19, tetapi NIS mengatakan wabah di sana tidak dapat...
AFP

Iran akan Balas Dendam Atas Kematian Ilmuwan Nuklirnya

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 28 November 2020, 15:06 WIB
Mohsen Fakhrizadeh disergap dengan bahan peledak dan tembakan di kota Absard, 70 km (44 mil) timur...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya