Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
RIBUAN penduduk asli berdemonstrasi di barat daya Columbia pada Senin (12/10), guna menuntut diakhirinya kekerasan. Demonstrasi itu juga sebagai peringatan kedatangan Christopher Columbus di Amerika.
Dengan mengenakan pakaian hijau dan merah serta membawa tongkat tradisional, para demonstran berkumpul di kota Cali. Mereka berharap bisa bertemu dengan Presiden Ivan Duque.
"Alasan utama kami berbaris adalah pembantaian sistematis yang terjadi di wilayah kami tanpa ada perhatian dari pemerintah," kata Franky Reinosa dari Dewan Adat Regional di negara bagian Caldas bagian barat.
Para demonstran menuntut untuk diajak berkonsultasi mengenai proyek-proyek pembangunan besar. Pun, untuk implementasi penuh dari rencana perdamaian bersejarah 2016 yang mengakhiri setengah abad perlawanan bersenjata oleh pemberontak Pasukan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC).
Baca juga: Mantan Presiden Kolombia Jadi Tahanan Rumah
Menteri Dalam Negeri Alicia Arango mengatakan di akun Twitternya, delegasi pemerintah sedang melakukan perjalanan ke Cali untuk menemui para pengunjuk rasa. Demonstrasi tersebut bertepatan dengan peringatan kedatangan Christopher Columbus di Amerika pada tahun 1492, yang dikenal di banyak negara di kawasan itu sebagai Hari Perlombaan.
"Bagi kami (itu) adalah etnosida terbesar dalam sejarah wilayah kami," ucap Reinosa.
Bagian barat daya Kolombia yang berbatasan dengan Ekuador dan Pasifik memiliki populasi penduduk asli yang besar. Wilayah itu merupakan salah satu daerah yang paling parah terdampak gelombang kekerasan. PBB menyebut ada sekitar 42 pembantaian di tahun ini yang terjadi di wilayah barat daya Kolombia.
Terlepas dari kesepakatan damai 2016, kelompok bersenjata tetap aktif di Kolombia memperebutkan perdagangan perdagangan narkoba yang menguntungkan. Mengingat, Kolombia adalah penghasil kokain terbesar di dunia.
Mewakili 4,4% dari 50 juta penduduk Kolombia, penduduk asli telah memperjuangkan hak teritorial selama beberapa dekade. Mereka menggunakan metode seperti pemblokiran jalan untuk mendapatkan perhatian.(AFP/OL-5)
Usai ketegangan meningkat akibat penggulingan Maduro di Venezuela, Donald Trump dan Gustavo Petro sepakat pulihkan komunikasi langsung antara AS-Kolombia.
Presiden AS Donald Trump mengundang Presiden Kolombia Gustavo Petro ke Gedung Putih setelah sebelumnya sempat mengancam akan melakukan intervensi militer.
Menteri Luar Negeri Kolombia, Rosa Yolanda Villavicencio, menyatakan pihaknya tetap memantau kemungkinan adanya agresi militer AS.
Presiden Kolombia Gustavo Petro menepis keras ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang menuduhnya terlibat dalam perdagangan narkoba.
Donald Trump tidak menunjukkan keraguan ketika ditanya mengenai implikasi serangan terhadap Venezuela bagi negara-negara lain di kawasan, termasuk Kuba dan Kolombia
Pascapenangkapan Maduro, Donald Trump memperluas ancaman geopolitiknya ke Greenland, Kolombia, hingga Iran melalui doktrin baru yang agresif.
KRISIS iklim merupakan tantangan nyata yang dihadapi Indonesia hari ini. Dampaknya terasa langsung melalui bencana hidrometeorologis, degradasi lingkungan.
DALAM rangka menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup pemerintah diharapkan memperkuat perlindungan hutan serta meningkatkan peran masyarakat hukum adat.
Masyarakat hukum adat telah lama menerapkan aturan dan norma adat dalam mengelola wilayah hutan secara berkelanjutan.
Pertambangan nikel yang telah operasional selama 2,5 tahun dan banyak membawa manfaat dalam mensejahterakan masyarakat Suku Kawei.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempercepat pengakuan hutan adat dan memperluas akses pendanaan bagi masyarakat adat melalui mekanisme yang inklusif.
KOALISI Masyarakat Sipil Kawal RUU Masyarakat Adat menilai proses pengakuan masyarakat adat di Indonesia hingga kini masih dilakukan secara bersyarat, berlapis, dan sektoral.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved