Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Prancis Emmanuel Macron, Senin (31/8), menyerukan pembentukan cepat pemerintahan untuk memimpin Libanon yang dilanda krisis, menyusul penunjukan perdana menteri baru.
Berbicara saat tiba di bandara Beirut, Macron mengatakan formasi baru harus disepakati secepat mungkin untuk menyelamatkan negara, setelah ledakan pelabuhan yang mematikan pada 4 Agustus, keruntuhan ekonomi, dan pandemi covid-19.
Macron tiba di Beirut, beberapa jam setelah para pemimpin Libanon menunjuk diplomat Mustapha Adib sebagai perdana menteri baru, Senin (31/8), di bawah tekanan Prancis dan akan mendesak reformasi yang bertujuan menyeret negara Timur Tengah keluar dari jurang keuangan.
Baca juga: Mustapha Adib Bakal Ditunjuk Sebagai PM Libanon
Dengan ekonomi yang hancur akibat krisis keuangan, ledakan di pelabuhan Beirut, dan ketegangan sektarian meningkat, Libanon menghadapi ancaman terbesar bagi stabilitasnya sejak perang saudara 1975-90.
Macron ditemui di bandara oleh Presiden Michel Aoun dalam kunjungan kedua pemimpin Prancis dalam waktu kurang dari sebulan.
"Jadi Presiden, ini hari yang sibuk, bukan," kata Macron pada Aoun.
Dia juga berbicara kepada orang-orang Libanon dalam cicitan berbahasa Arab, mengatakan dia telah kembali seperti yang dijanjikan. Hal itu sebagai bentuk Prancis dengan negara bekas koloninya dan membantu memilihkan Libanon.
"(Untuk) bekerja sama untuk menciptakan kondisi yang diperlukan untuk rekonstruksi dan stabilitas," tulisnya.
Macron akan mendorong politisi Libanon untuk memberlakukan reformasi dalam mengatasi korupsi dan pemborosan sebelum mereka akan memberikan dukungan keuangan.
Pejabat senior Libanon mengatakan mediasi Macron sangat penting dalam mengamankan kesepakatan tentang perdana menteri baru dalam 48 jam sebelum konsensus muncul tentang Adib, mantan duta besar untuk Jerman. (France24/OL-1)
Israel mengatakan pihaknya tidak menargetkan tentara Libanon karena pertempuran mereka bukan dengan mereka, melainkan dengan Hizbullah.
Israel pertimbangkan mobilisasi 450 ribu pasukan cadangan untuk menghadapi eskalasi konflik dengan Libanon, termasuk opsi operasi darat.
SERANGAN roket menghantam Israel pada Senin (16/3). Delapan orang dilaporkan terluka. Serangan tersebut disebut diluncurkan oleh Hizbullah dari Libanon serta oleh Iran.
Israel meluncurkan gelombang serangan udara baru ke Beirut dan wilayah selatan Lebanon. Lebih dari satu juta orang dilaporkan mengungsi dalam dua minggu terakhir.
Pasukan Zionis kemudian melakukan serangan ke sejumlah titik di Libanon, antara lain Beirut selatan serta wilayah Libanon selatan dan timur.
Konflik memuncak! Iran dan Hizbullah luncurkan gelombang rudal ke Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved