Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
NEGARA bekas pecahan Uni Soviet yang dikenal sebagai Persemakmuran Negara-negara Merdeka (CIS), BRICS, dan negara-negara sahabat lainnya kemungkinan besar akan menjadi penerima asing pertama vaksin covid-19 buatan Rusia yang bernama Sputnik V.
Hal itu diungkapkan Profesor Ruslan Abramov dari Plekhanov Russian University of Economics.
Pekan lalu, Rusia mendaftarkan vaksin covid-19 pertama di dunia yang dikembangkan Gamaleya Institute yang berbasis di Moskow dengan dukungan dari Kementerian Pertahanan dan Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF).
Baca juga: Jerman Khawatir Peningkatan Infeksi Covid-19
Menurut CEO RDIF Kirill Dmitriev, negaranya telah menerima permintaan awal untuk 1 miliar dosis vaksin dari lebih dari 20 negara.
"Prioritas kemungkinan besar akan diberikan kepada negara-negara sahabat dan negara-negara dengan situasi epidemiologis yang sulit. Di antara penerima yang mungkin adalah negara-negara CIS, Tiongkok, India, Brasil, Serbia, dan negara-negara Eropa Timur lainnya. Namun, jangkauan yang lebih luas tidak menutup kemungkinan," kata Abramov, yang mengepalai departemen administrasi publik dan kota di universitas itu, kepada Sputnik.
Pada saat yang sama, terlalu dini untuk membicarakan tentang Sputnik V sebagai proyek komersial, menurut para ahli, dengan mencatat Rusia akan terlebih dahulu memenuhi kebutuhannya sendiri.
"Ada beberapa alasan untuk itu. Pertama, kita harus benar-benar memastikan vaksin itu aman dan efektif dalam jangka panjang. Kemudian harus memenuhi permintaan di pasar dalam negeri. Dan baru nanti kita bisa bicara aspek komersial," tegasnya.
Menurut Abramov, tahap baru dari ‘perlombaan vaksin’ sedang berlangsung di dunia, dan Rusia memimpin dengan mantap.
"Tapi waktu akan memberi tahu apakah kepemimpinan ini akan terus berlanjut dan menguat. Jangan lupa banyak negara di dunia memiliki pusat virologi yang kuat dan serius yang memproduksi vaksin dan memiliki catatan yang baik. Terlepas dari kenyataan negara lain yang mengembangkan vaksin berada dalam pengawasan kita, peluang bagi Rusia untuk membangun kepemimpinannya cukup tinggi. Setidaknya, waktu telah dimenangi, dan ini adalah sumber daya yang paling berharga," pungkas Abramov.
Saat negara-negara Barat menyatakan keberatan tentang vaksin Sputnik V, yang belum lulus uji klinis Fase 3 yang disyaratkan, para ahli dari universitas terkemuka Rusia percaya vaksin itu aman dan efektif. (Bernama/OL-1)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
KEPALA Biro Komunikasi dan Persidangan Kemenko PMK, Budi Prasetyo, mengatakan pemerintah berencana pola penanganan tuberkulosis (Tb)) akan dilakukan secara terpadu seperti covid-19.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan data program keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan secara rutin seperti laporan covid-19 pada saat pandemi lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved