Kamis 13 Agustus 2020, 15:35 WIB

Filipina Targetkan Uji Klinis Vaksin Rusia pada Oktober

Faustinus Nua | Internasional
Filipina Targetkan Uji Klinis Vaksin Rusia pada Oktober

AFP
Vaksin covid-19 yang dikembangkan oleh Gamaleya Research Institute of Epidemiology and Microbiology.

 

Filipina berencana untuk melaksanakan uji klinis untuk vaksin covid-19 buatan Rusia pada Oktober mendatang.

Juru bicara kepresidenan Harry Roque, pada Kamis (13/8), mengumumkan target itu setelah ilmuwan Filipina bertemu dengan perwakilan pengembang vaksin di fasilitas penelitian Gamaleya. Mereka telah membahas uji coba dan informasi tentang inokulasi, sementara Presiden Rodrigo Duterte diperkirakan akan diinokulasi paling cepat Mei.

Rusia pada Selasa mengumumkan sebagai negara pertama di dunia yang memberikan persetujuan peraturan untuk vaksin covid-19. Moskow memberi nama Sputnik V sebagai penghormatan atas peluncuran satelit pertama di dunia oleh Uni Soviet.

Namun, keputusan itu justru menimbulkan kekhawatiran di antara beberapa ahli. Mereka khawatir hal itu mungkin menempatkan prestise nasional di atas keselamatan.

Baca juga: Demokrasi Taiwan Dipandang Kunci Keberhasilan Memerangi Covid-19

Wakil Menteri Kesehatan Maria Rosario Vergeire mengatakan bahwa semua uji klinis harus melalui proses pengaturan. Uji klinis fase tiga di Filipina akan berlangsung dari Oktober hingga Maret 2021, setelah panel ahli vaksin menyelesaikan tinjauannya pada uji coba fase satu dan dua Rusia pada September.

Presiden Duterte sendiri ingin mengakses vaksin tersebut. Pada bulan Juli, dia mengajukan permohonan ke Tiongkok untuk menjadikan Filipina sebagai prioritas vaksin covid-19 yang tengah dikembangkan. Namun, setelah Rusia mengumumkan vaksinnya, Filipina juga ingin diprioritaskan.

Duterte telah berjanji bahwa Filipina, yang mengalami kontraksi ekonomi terbesar dalam hampir tiga dekade, akan kembali normal pada bulan Desember. Filipina diketahui sempat melaporkan rekor tertinggi dalam jumlah kasus virus covid-19 harian sejak Juli.

Virus covid-19 telah menginfeksi lebih dari 143.000 orang dan menewaskan 2.404 orang di Filipina. Lockdown baru-baru ini diberlakukan kembali di Manila dan sekitarnya. (CNA/OL-14)

Baca Juga

AFP/BRIAN W.J. MAHY/HO

Afrika Darurat Vaksin dan Alat Tes Cacar Monyet

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 01 Juli 2022, 05:00 WIB
Afrika tidak mempunyai vaksin cacar monyet dan persediaan alat tes juga...
Dok. Biro Setpres

Misi Perdamaian Jokowi ke Rusia dan Ukraina Membuahkan Hasil

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 30 Juni 2022, 23:14 WIB
Setelah melalui diskusi yang cukup panjang dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Jokowi mendapat kepastian bahwa pasokan produk pangan dan...
AFP/Adam Berry.

Wapres Parlemen Eropa: Sebut Israel Apartheid itu Antisemitisme

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 22:54 WIB
Selama 18 bulan terakhir, Human Rights Watch dan Amnesty International menerbitkan laporan yang menuduh Israel melakukan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya