Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
PAUS Fransiskus mendesak rakyat Libanon untuk bekerja sama dan menciptakan koeksistensi atau hidup berdampingan dengan bebas dan kuat setelah ledakan dahsyat yang menghancurkan pelabuhan Beirut.
Ia menyampaikan imbauan tersebut dalam khotbah di Lapangan Santo Petrus, Minggu (9/8), saat beberapa tokoh Libanon menyerukan pemberontakan berkelanjutan untuk menggulingkan para pemimpin mereka dan pemimpin Gereja Maronit terkemuka di negara itu mengatakan kabinet harus mengundurkan diri.
"Bencana Selasa lalu memanggil semua orang, dimulai dengan rakyat Lebanon, untuk bekerja sama demi kebaikan bersama negara tercinta mereka," kata Fransiskus.
Baca juga: Demonstran Libanon Tuntut Pemerintahan Diab Mundur
Dia mengatakan, koeksistensi budaya di daerah itu menjadi jauh lebih rapuh akibat ledakan itu.
"Tetapi, saya berdoa agar, dengan pertolongan Tuhan dan partisipasi tulus semua orang, koeksistensi ini bisa terlahir kembali dengan bebas dan kuat," ujar Paus.
Politik Libanon yang terpecah rentan terhadap campur tangan asing yang telah lama memicu krisis domestik.
Kelompok Hizbullah yang didukung Iran yang kuat, sekutu dekat Suriah, telah berperang beberapa kali dengan Israel dan ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Teluk yang merupakan sekutu AS.
Paus telah mengirimkan sumbangan sebesar 250.000 euro (Rp4,3 miliar) kepada Gereja di Libanon untuk membantu para korban ledakan yang menewaskan 158 orang dan melukai lebih dari 6.000 orang.
Ledakan itu juga menghancurkan beberapa bagian kota dan memperparah krisis politik dan ekonomi selama berbulan-bulan. (Ant/OL-1)
Menlu AS Marco Rubio tegaskan kembali komitmen tak tergoyahkan Amerika Serikat terhadap keamanan Israel.
SEDIKITNYA enam orang tewas dan 10 lainnya terluka pada Kamis (7/8) akibat serangan pesawat nirawak Israel di Libanon timur.
PEMERINTAH Libanon dijadwalkan kembali menggelar rapat pada Kamis (7/8) waktu setempat untuk membahas langkah sensitif terkait pelucutan senjata Hizbullah.
ISRAEL melancarkan serangkaian serangan udara di Nabatieh di Libanon selatan pada Kamis malam (3/7).
PEMERINTAH Israel menyatakan kesediaannya untuk menjajaki perdamaian dengan Suriah.
Houthi mengumumkan telah meluncurkan rudal balistik Zulfiqar yang menargetkan sebuah lokasi "sensitif" di Israel selatan. Serangan itu diklaim telah berhasil mengenai sasarannya.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved