Selasa 04 Agustus 2020, 16:45 WIB

Tidak Ingin Monopoli, Tiongkok Siap Bagikan Vaksin Covid-19

Faustinus Nua | Internasional
Tidak Ingin Monopoli, Tiongkok Siap Bagikan Vaksin Covid-19

AFP/Anthony Wallace
Bendera Tiongkok berkibar di depan sebuah gedung.

 

SETELAH dikritik komunitas global atas kemunculan covid-19 yang berujung pandemi, Tiongkok berupaya mengambil langkah diplomasi vaksin.

Negeri Tirai Bambu memposisikan dirinya sebagai pemimpin global untuk melawan virus mematikan. Mereka bahkan siap memberikan pinjaman dan akses prioritas untuk vaksin covid-19.

Para diplomat Tiongkok menyatakan jika uji coba vaksin berhasil, itu akan menjadi komoditas global. Janji serupa diucapkan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dalam pertemuan dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca juga: Tiongkok Klaim Hasil Uji Klinis Vaksin Covid-19 Cukup Manjur

Berbeda dengan sejumlah negara maju, seperti Amerika Serikat (AS), Inggris dan Jepang, yang berusaha mengamankan uji coba vaksin untuk kebutuhan domestik. Tiongkok justru memprioritaskan negara ekonomi menengah dan miskin.

"Tiongkok tidak akan bertindak seperti beberapa negara yang ingin monopoli vaksin," tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri, Hua Chunying.

Negara itu diketahui telah memberikan tawaran vaksin kepada sejumlah negara berkembang. Misalnya, Nepal, Afghanistan, Pakistan dan Filipina. Bulan lalu. Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, menawarkan pinjaman sebesar US$ 1 miliar terhadap negara di Amerika Latin.

Baca juga: Kasus Covid-19 Indonesia tidak Sama dengan Tiongkok

Adapun Presiden Xi Jinping menyebut negara di kawasan Afrika akan mendapat akses prioritas vaksin. Tepatnya setelah uji coba vaksin covid-19 di Tiongkok berhasil.

Sejauh ini, Beijing belum merinci upaya pemenuhan vaksin di dunia. Mengingat, Tiongkok juga harus memberikan vaksin covid-19 terhadap penduduknya yang mencapai 1,4 miliar orang.

Kalangan pakar menilai itikad Tiongkok untuk menyediakan vaksin covid-19 secara global membutuhkan waktu cukup lama. Beijing perlu meningkatkan kapasitas produksi industri farmasi.

Baca juga: Otoritas Sebut Vaksin Covid-19 Tersedia di Singapura Akhir 2021

"Secara historis, Tiongkok belum menjadi pemain besar di bidang vaksin global. Sebab, Tiongkok adalah negara yang sangat besar dan memiliki banyak penduduk," tutur John Donnelly, kepala bidang Vaccinology Consulting.

Untuk memenuhi ambisinya, Tiongkok perlu menjalin kerja sama dengan produsen di luar negeri untuk mengembangkan vaksin. Beberapa perusahaan Tiongkok diketahui telah bekerja sama dengan perushaan vaksin negara lain. Seperti, Sinopharm yang menggandeng perusahaan Uni Emirat Arab.(SCMP/OL-11)


Baca Juga

AFP/Jekesai NJIKIZANA

Terpapar Covid-19, Menlu Zimbabwe Meninggal Dunia

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 21:00 WIB
Menteri Luar Negeri Zimbabwe, Sibusiso Moyo, meninggal dunia karena terpapar Covid-19, sebagaimana dikatakan oleh juru bicara kepresidenan...
MANDEL NGAN / AFP

Tidak Hadiri Pelantikan Biden, Trump Tinggalkan Gedung Putih

👤adiyanto 🕔Rabu 20 Januari 2021, 20:53 WIB
Ia menjadi presiden AS pertama dalam 150 tahun yang tidak menghadiri pelantikan...
ANTARA/Feny Selly

2.000 Pelajar di Tiongkok Batal Mudik untuk Imlek

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 20:35 WIB
Pemerintah Kota Shjiazhuang memberikan bantuan makanan dan akomodasi kepada para pelajar yang mengalami keterbatasan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya