Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO), Senin (3/8), menyampaikan dua ahli kesehatan yang dikirim ke Tiongkok telah menyelesaikan misi mereka di negara asal virus korona baru muncul. Keduanya akan segera kembali ke markas organisasi kesehatan itu di Jenewa, Swiss
"Tim lanjutan WHO yang melakukan perjalanan ke Tiongkok kini telah menyelesaikan misi mereka untuk meletakkan dasar bagi upaya bersama lebih lanjut untuk mengidentifikasi asal virus," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Tedros menjelaskan WHO telah menyusun kerangka dasar untuk studi lebih lanjut. Bersama para ahli kesehatan dunia, mereka akan memimpin penelusuran asal muasal virus itu dan bagaimana virus berpindah ke manusia.
Baca juga: Prancis Laporkan 3.376 Kasus Baru Covid-19 dalam Tiga Hari
"WHO dan para pakar Tiongkok telah menyusun kerangka acuan untuk studi dan program kerja untuk tim internasional, yang dipimpin WHO. Tim internasional akan mencakup ilmuwan dan peneliti terkemuka dari Tiongkok dan seluruh dunia," ungkapnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan studi itu akan dimulai dari Wuhan. Pasalnya, wilayah itu merupakan awal pandemi merebak, sehingga para ahli dapat mengidentifikasi dan menemukan kesimpulan awal untuk penelitian di masa depan.
"Studi epidemiologis akan dimulai di Wuhan untuk mengidentifikasi sumber potensial infeksi dari kasus awal. Bukti dan hipotesis yang dihasilkan melalui karya ini akan meletakkan dasar untuk studi lebih lanjut, jangka panjang," terang Tedros.
Sebelumnya, WHO, awal Mei, mendesak Beijing untuk mengundang para ahli membantu menyelidiki asal-usul hewan pembawa virus. Badan kesehatan PBB itu mengirim ahli epidemiologi dan spesialis kesehatan hewan ke Tiongkok pada 10 Juli untuk penyelidikan awal yang bertujuan mengidentifikasi bagaimana virus masuk ke spesies manusia.
Para ilmuwan meyakini virus mematikan itu berpindah dari hewan ke manusia. Kemungkinan besar dari pasar di kota Wuhan yang menjual hewan eksotis untuk daging. (AFP/OL-1)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Argentina resmi keluar dari WHO menyusul langkah AS. Presiden Javier Milei tegaskan penarikan ini demi kedaulatan penuh dan kritik atas manajemen pandemi Covid-19.
Situasi Lebanon kian mencekam! WHO laporkan 14 petugas medis tewas dalam serangan udara terbaru. Total korban jiwa kini tembus 826 orang di tengah eskalasi konflik Israel-Hezbollah.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan ancaman hujan asam dan hujan hitam di Iran akibat serangan pada fasilitas minyak. Warga diminta waspada.
Denmark resmi jadi negara Uni Eropa pertama yang mencapai status eliminasi transmisi HIV dan sifilis dari ibu ke anak.
Studi terbaru The Lancet Oncology mengungkap ketimpangan tragis, angka kematian kanker payudara turun di negara maju, namun melonjak hampir 100% di negara miskin.
WHO menyebut vaksin influenza generasi baru berpotensi mencegah hingga 18 miliar kasus flu dan menyelamatkan 6,2 juta nyawa hingga 2050 dengan perlindungan yang lebih luas dan tahan lama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved