Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS Filipina kembali memberlakukan lockdown atau penutupan wilayah yang lebih ketat di ibu kota negara itu, Manila, dan sekitarnya. Itu disebabkan kasus infeksi telah me lonjak lebih dari 100 ribu kasus per hari di negara tersebut.
Seperti dikutip dari situs South China Morning Post, Presiden Rodrigo Duterte telah menyetujui penempatan Metro Manila dan provinsi terdekat seperti Laguna, Cavite, Rizal, dan Bulacan di bawah karantina yang disebut karantina masyarakat modifi kasi yang ditingkatkan (MECQ).
Pembatasan akan diberlakukan hingga 18 Agustus. Beberapa bisnis dan angkutan umum akan ditutup di ibu kota, yang saat ini berada di bawah klasifi kasi MECQ.
Izin kerja dan karantina juga akan diberlakukan karena pihak berwenang berupaya membatasi perpindahan o rang. Langkah Duterte diambil setelah 80 kelompok lokal yang mewakili 80 ribu dokter dan 1 juta perawat menyerukan kontrol yang lebih ketat. Mereka mengatakan negara itu kalah dalam pertarungan melawan virus korona.
“Petugas kesehatan kami kelelahan dengan jumlah pasien yang tampaknya tak berujung yang berbondong-bondong ke rumah sakit kami,” kata kelompok medis dalam sebuah surat kepada Duterte yang mereka baca di konferensi pers.
“Saya sudah mendengarmu. Jangan kehilangan harapan. Kami sadar bahwa Anda lelah,” kata Duterte pada Minggu (2/8) malam.
Filipina mencatat 5.032 infeksi tambahan pada Minggu, peningkatan satu hari tertinggi di negara itu. Total kasus virus korona yang dikonfi rmasi menjadi 103.185 dengan korban tewas melonjak 20 orang menjadi total 2.059. Itu jumlah tertinggi kedua infeksi covid-19 dan kematian di Asia Tenggara setelah Indonesia. Duterte juga menyetujui rekrutmen
10 ribu profesional medis untuk memperkuat tenaga medis saat ini dan manfaat tambahan bagi pekerja pe rawatan kesehatan yang merawat pasien covid-19.
Sebelumnya, pada pertengahan Maret, Duterte memberlakukan lockdown di ibu kota Filipina dan provinsi lain untuk menghentikan penyebaran virus korona. Dia mulai melonggarkan pembatasan pada Juni dalam upaya untuk menghidupkan kembali ekonomi domestik, yang sekarang menghadapi kontraksi terbesar lebih dari tiga dekade.
Unjuk rasa di Jerman
Di Jerman, pemerintah kemarin mengecam pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan puluhan ribu demonstran. Juru bicara Kanselir Angela Merkel, Ulrike Demmer, menyatakan demonstran yang tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak sudah menyalahgunakan hak mereka. “Ini tidak bisa dibenarkan walaupun kebebasan berunjuk rasa juga penting,” ujar Demmer.
Pada Sabtu (1/8) lalu sekitar 20 ribu warga berkumpul di Gerbang Bradenburg. Mereka menolak aturan pembatasan wilayah dan menyebut pandemi sebagai bagian dari konspirasi. (X-11)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Proses pembelajaran siswa harus diganti dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa otak perempuan cenderung mengalami penuaan lebih cepat dibandingkan laki-laki, terutama akibat stres dan perubahan gaya hidup
Penambahan 44 unit bus listrik dari Tiongkok sempat terhambat akibat lockdown pandemi covid-19 pada 2022 silam.
Anggota Parlemen Inggris menyetujui laporan mengecam mantan PM Inggris Boris Jonson yang melanggar lockdown Covid.
Langkah itu ia lakukan karena pemerintah sama sekali tidak memiliki pengalaman dalam menghadapi pandemi.
PARTAI Komunis China (PKC) yang menguasai jalannya pemerintah dan arah negara, menyatakan akan menindak tegas semua kegiatan infiltrasi hingga sabotase oleh pasukan musuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved