Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Lockdown di Victoria Diperkirakan Berlangsung Lama

Basuki Eka Purnama
27/7/2020 11:37
Lockdown di Victoria Diperkirakan Berlangsung Lama
Warga mengenakan masker setelah Pemerintah Kota Melbourne, Australia mewajibkan penggunaannya untuk mencegah penyebaran covid-19.(AFP/William WEST)

NEGARA bagian terpadat kedua di Australia, Victoria, akan membutuhkan waktu lockdown yang lebih lama dari enam pekan, seperti yang saat ini sedang diberlakukan, dalam membendung penyebaran covid-19. Hal itu dikatakan otoritas setempat, Senin (27/7).

Perkiraan itu muncul saat Australia bergelut menahan gelombang kedua penularan covid-19.

Australia, salah satu negara yang paling ringan terdampak pandemi covid-19, dengan total sedikit lebih dari 14.400 kasus ditambah 155 kematian, menerapkan karantina wilayah secara ketat pada tahap-tahap awal wabah.

Negara itu kemudian mulai melonggarkan penguncian secara bertahap pada Mei.

Baca juga: Madrid Tegaskan Spanyol Aman Meski Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Namun, pertambahan kasus di Victoria, dalam beberapa pekan terakhir terakhir, memaksa otoritas negara bagian itu memberlakukan kembali penguncian selama enam pekan di Ibu Kota Melbourne, mulai awal Juli.

Otoritas kota berpenduduk 5 juta jiwa itu juga mewajibkan semua warga mengenakan masker. Kalau tidak memakai masker, mereka akan didenda masing-masing A$200 (sekitar Rp2 juta).

Victoria, Minggu (26/7), mengalami hari terburuk dalam jumlah kematian sejak pandemi mulai muncul, yaitu mencatat 10 orang meninggal, sebagian besar di panti jompo.

Negara bagian tersebut juga melaporkan 459 kasus baru, jumlah tertinggi kedua dalam kenaikan kasus harian.

Sementara negara bagian tersebut bergerak menuju pekan ketiga penguncian, Wakil Kepala Badan Medis Nick Coatsworth mengatakan Victoria kemungkinan membutuhkan waktu lebih dari enam minggu untuk melandaikan kurva covid-19 karena virus itu sekarang melekat pada komunitas.

Negara bagian tetangga Victoria, New South Wales, juga bergulat dengan beberapa klaster virus yang muncul di sebuah hotel, satu restoran Thailand, dan satu tempat hiburan. Namun, sebagian besar kasus terkait dengan sumber-sumber yang tidak diketahui.

Pihak berwenang telah mendesak masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan yang tidak penting dan tidak berkerumun. Warga juga diminta mengenakan masker di dalam ruangan jika tidak memungkinkan bagi mereka menjaga jarak fisik. (Ant/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya