Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA 2003, ketika wabah SARS merebak, kolaborasi Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok mampu menemukan vaksin. Berbeda dengan situasi saat ini. Di tengah persaingan kedua negara, upaya pengembangan vaksin virus korona tidak memungkinkan AS bekerja sama lagi dengan Tiongkok.
Dikutip South China Morning Post, pada sidang kongres baru-baru ini, Jenderal Gustave Perna yang memimpin Operation Warp Speed untuk mengembangkan vaksin, menepis kemungkinan bekerja dengan Tiongkok dalam penelitian.
Dia mengatakan AS siap bekerja sama dengan semua pihak. Bantuan dari negara lain memang sangat dibutuhkan, tapi tidak semua negara bisa diajak bekerja sama.
"Saya berkomitmen untuk bekerja dengan semua negara yang kami anggap ramah terhadap keamanan nasional kami," ujarnya sepeti dilansir SCMP.
Baca juga: Beijing Siap Hadapi Ancaman Washington di Laut China Selatan
"Apakah itu termasuk Tiongkok?" tanya Senator Demokrat Mazie Hirono dari Hawaii. "Sekarang, bagi saya, tidak," tegasnya.
Keengganan Perna untuk berkolaborasi dengan Tiongkok dalam krisis kesehatan global adalah pernyataan paling keras dari pemerintahan Presiden Donald Trump. Mulai dari konflik perdagangan, ketegangan kedua negara pun terus meningkat akhir-akhir ini.
Sementara itu, Evan Medeiros, Ketua Keluarga Penner dalam Studi Asia di Georgetown University School of Foreign Service mengatakan untuk mengembangkan vaksin yang aman dan efektif membutuhkan semua sumber daya yang tersedia. Untuk itu kerja sama dengan semua pihak tanpa terkecuali sangatlah penting.
"Gagasan bahwa kita dapat memisahkan diri dari Tiongkok, dan mengikuti cara kita sendiri terutama pada masalah-masalah seperti pandemi, tidak berlaku," kata Evan yang juga menjabat sebagai direktur senior untuk urusan Asia di Dewan Keamanan Nasional di bawah Presiden Barack Obama.
Menurutnya, pengembangan vaksin merupakan upaya multinasional. Apalagi Tiongkok sendiri merupakan negara pertama munculnya virus tersebut.
"Kita harus memahami bahwa Tiongkok harus menjadi bagian dari solusi," sambungnya.
Dalam waktu 7 bulan, pandemi covid-19 telah menginfeksi lebih dari 11 juta orang dan membunuh 500.000 orang di seluruh dunia. Hampir 3 juta orang AS telah tertular virus dan hampir 130.000 telah meninggal karenanya.
Kasus-kasus baru harian di AS terus meningkat mencapai rekor lebih dari 55.000 pada hari Kamis lalu. Di sejumlah negara lain juga terjadi peningkatan setelah pelonggaran karantina wilayah. Upaya mengembangkan vaksi menjadi harapan semua negara untuk bisa mengakhiri pandemi ini. (OL-1)
Tiongkok mengecam keras serangan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Dukungan Kementerian Koperasi (Kemenkop) terhadap kemajuan Koperasi Produsen Upland Subang Farm tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga pembiayaan.
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang kembali menunjukkan dampak investasi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
Pengiriman karyawan Indonesia itu sekaligus juga merupakan kiat investor untuk lebih memastikan kesiapan operasional pabrik di Batang sesuai standar global.
AHLI biologi dari Hebei University, Tiongkok, Ming Li bersama rekan-rekannya melakukan penelitian dan menemukan bahwa rambut bisa mendeteksi Parkinson
Tiongkok melarang ekspor barang dwiguna ke 20 entitas pertahanan Jepang, termasuk Mitsubishi Heavy Industries dan Kawasaki Heavy Industries.
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved