Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Pelaku Penembakan di Pangkalan Militer AS Terkait Al-Qaeda

Basuki Eka Purnama
19/5/2020 08:55
Pelaku Penembakan di Pangkalan Militer AS Terkait Al-Qaeda
Personel militer Arab Saudi yang melakukan penembakan di pangkalan militer AS Mohammed Alshamrani(AFP/Handout / FBI )

PERSONEL militer Arab Saudi yang menembak mati tiga warga Amerika Serikat (AS) di sebuah pangkalan militer, Desember lalu, memiliki keterkaitan dengan Al-Qaeda serta telah merencanakan serangan itu sejak sebelum dia bertolak ke AS. Hal itu diungkapkan Departemen Kehakiman AS, Senin (18/5).

"Serangan pada 6 Desember yang dilakukan Mohammed Alshamrani, personel Angkatan Udara Arab Saudi yang tengah menempuh pendidikan di Pangkalan Udara Pensacola, Florida merupakan kulminasi dari perencanaan selama bertahun-tahun," ujar Direktur FBI Christopher Wray.

Bukti yang ditemukan di ponsel milik Alshamrani menunjukkan dia telah diradikalisasi setidaknya pada 2015 dan sejak itu terkait dengan operasi berbahaya yang diperintahkan Al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP) yang bermarkas di Yaman.

Baca juga: Trump Mengaku Konsumsi Hydroxychloroquine

FBI dan Departemen Kehakiman AS mengungkapkan hal itu setelah berbulan-bulan berusaha membuka enkripsi di iPhone milik Alshamrani. FBI sempat meminta bantuan Apple namun ditolak.

Jaksa Agung AS Bill Barr menuding Apple mengabaikan kepentingan negara demi keuntungan finansial mereka.

"Jika bukan karena kemampuan FBI, keberuntungan, dan kerja keras, informasi ini tidak akan berhasil didapatkan," ujar Barr.

"Intinya, keamanan negara ini tidak bisa berada di tangan perusahaan besar yang meletakkan uang di atas keselamatan publik. Sudah tiba saatnya legislatif mencari solusi mengenai hal itu," imbuhnya.

Serangan pada 6 Desember itu menyebabkan tiga pelaut AS tewas dan delapan orang lainnya terluka, termasuk dua polisi yang datang ke lokasi. Alshamrani akhirnya tewas ditembak polisi.

Kala itu, AQAP telah mengklaim bertanggung jawab atas insiden itu. Namun, kala itu, tidak ada bukti keterlibatan mereka. (AFP/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya