Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
PERMINTAAN pemerintah kepada otoritas berwenang Korea Selatan untuk melakukan investigasi terhadap kapal berbendera Tiongkok yang sempat berlabuh di Busan, Korea Selatan, serta meminta Pemerintah Tiongkok untuk melakukan investigasi terhadap kapal berbendera Tiongkok yang melarung jasad anak buah kapal (ABK) asal Indonesia dinilai Pakat Hukum Internasional Hikmahanto Juwana sudah tepat.
Di sisi lain, Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani itu menambahkan, ada sejumlah hal yang perlu dilakukan oleh pemerintah Indonesia terkait ABK WNI yang bekerja di kapal berbendera Tiongkok yang meninggal dan dihanyutkan ke laut dan mengenai kondisi kerja yang dialami sejumlah ABK yang bekerja di kapal berbendera Tiongkok tersebut.
"Pertama dan terpenting adalah memberi perlindungan terhadap para ABK yang berada di kapal berbendera Tiongkok," katanya, Kamis (7/5).
Kedua, perwakilan Indonesia di Korsel perlu meminta Kepolisian Korea Selatan untuk melakukan investigasi atas dugaan pelanggaran pidana atau hak asasi manusia berupa perbudakan.
Untuk diketahui, dua kapal berbendera Tiongkok yaitu kapal Long Xin 605 dan Tian Yu 8 yang membawa 46 orang ABK WNI sempat berlabuh di Busan, Korsel.
Baca juga : Indonesia Minta Korsel Investigasi Kapal Tiongkok
Kepolisian yang berwenang, katanya, adalah kepolisian Korsel meski kapal tersebut berbendera Tiongkok. "Hal itu karena kapal tersebut berada di wilayah kedaulatan negara Korsel," katanya.
Ketiga, lanjut dia, meminta agar pemerintah Tiongkok membantu otoritas Korsel dan Indonesia melalui kerja sama interpol untuk mengungkap dugaan kejahatan atau pelanggaran HAM berupa perbudakan.
"Perlu dipahami pemerintah Tiongkok tidak dapat dimintai pertanggungjawaban hukum mengingat kapal bukanlah milik pemerintah Tiongkok. Kemungkinan kapal milik WN Tiongkok yang didaftarkan di Tiongkok," jelasnya.
Terakhir, kata Hikmahanto, perlu dilakukan kerjasama interpol antara Korsel, Indonesia dan Tiongkok untuk menginvestigasi penghanyutan jasad WNI. Investigasi tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah penghanyutan dilakukan dalam koridor yang sah menurut hukum atau tidak.
"Memang sepintas terlihat dalam video jasad dihanyutkan, tetapi sebelum hal tersebut dilakukan ada ritual untuk mendoakan jasad. Mendoakan jasad bisa diartikan tidak ada kesemena-menaan untuk melakukan penghanyutan jenazah oleh ABK kapal nelayan berbendera Tiongkok tersebut," tuturnya. (OL-7)
PEMERINTAH Indonesia tengah menyiapkan evakuasi gelombang kedua warga negara Indonesia atau WNI dari Iran di tengah meningkatnya ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah.
Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan kepulangan 22 WNI dari Iran merupakan bukti kehadiran negara dalam melindungi warganya di tengah situasi darurat internasional.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengevakuasi 32 Warga Negara Indonesia dari Iran
Menlu Sugiono ungkap sulitnya evakuasi WNI dari Iran akibat penutupan ruang udara. Cek jadwal kedatangan 10 WNI berikutnya pada 11 Maret 2026 di sini.
Kemlu imbau WNI tunda perjalanan ke Timur Tengah akibat eskalasi keamanan. Simak update repatriasi 22 WNI dari Iran per 10 Maret 2026 di sini.
Kementerian Luar Negeri mengevakuasi gelombang pertama WNI dari Iran akibat situasi Timur Tengah yang tidak menentu. 22 WNI dijadwalkan tiba hari ini di Bandara Soekarno-Hatta.
RATUSAN jaket pelampung disediakan oleh Pelindo selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Hal itu untuk menjamin keselamatan penumpang kapal laut.
Dua aset itu diserahkan dengan status hibah barang milik negara. Penyerahan kapal laut ini juga dibantu oleh Kejaksaan Negeri Bitung.
Masyarakat Jabodetabek cenderung memilih transportasi umum saat mudik. Sementara masyarakat di luar Jabodetabek lebih memilih kendaraan pribadi.
Tercatat jumlah penumpang kapal melewati pelabuhan Trisakti Banjarmasin, selama arus mudik dan balik Lebaran 2025 periode 21 Maret-11 April sebanyak 26.717 orang.
Fenomena ini juga berdampak pada peningkatan penumpang kapal laut. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Batam memprediksi lonjakan 15% dibanding tahun sebelumnya,
Data PELNI mencatat, pada periode H-15 hingga H-9 Lebaran 2024, jumlah penumpang mencapai 106.234 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved