Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO), Jumat (24/4), meluncurkan kolaborasi global melawan pandemi virus korona (covid-19) dengan para pemimpin dari Prancis, Jerman, dan Uni Eropa.
“Hari ini WHO dengan bangga mempersatukan banyak mitra untuk meluncurkan Access to Covid-19 Tools Accelerator atau ACT Accelerator,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.
“Ini ialah kolaborasi penting untuk mempercepat pengembangan, produksi, dan distribusi vaksin, diagnostik, dan terapi yang adil untuk covid-19,” ujarnya pada acara yang menarik perwakilan dari sektor publik, swasta, dan nonpemerintah.
Acara ini disponsori bersama oleh Bill and Melinda Gates Foundation, organisasi nirlaba terbesar di dunia.
Tujuan kolaborasi dijelaskan oleh Ursula von der Leyen, Presiden Komisi Eropa, yang akan memimpin konferensi yang menjanjikan pada 4 Mei mendatang.
Von der Leyen mengatakan, “Kampanye ini memulai pengisian ulang yang sedang berjalan. Tujuannya ialah untuk mengumpulkan 7,5 miliar euro (sekitar Rp126 triliun) untuk meningkatkan kerja diagnosis dan perawatan pencegahan. Ini ialah langkah pertama, tetapi lebih akan dibutuhkan di masa depan.”
Dia mengundang semua orang: pemerintah, pemimpin bisnis, dermawan, seniman, dan warga negara untuk meningkatkan kesadaran tentang upaya dan untuk membantu menciptakan front persatuan melawan virus korona baru.
Pada kesempatan itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, “Saya ingin memberikan penghormatan kepada petugas kesehatan
yang berjuang melawan covid-19 setiap hari, kepada para peneliti yang bekerja di seluruh dunia, baik dari sektor publik maupun swasta dan juga kepada mereka yang dari sektor kemanusiaan, dari Perserikatan Bangsa-Bangsa atau mereka yang dari LSM.”
Janji kirim ventilator
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden AS Donald Trump meminta peningkatan kerja sama untuk penanganan virus wabah korona. Kesepakatan kerja sama ini membahas kesehatan terkait alat kesehatan.
Kesepakatan ini dilakukan saat Jokowi melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Trump Jumat (24/4) pukul 20.00 WIB dari Istana Kepresidenan Bogor.
Trump menyebut akan memberikan bantuan ventilator buat Indonesia. Hal ini ia ungkapkan melalui cicitan di Twitter pribadi miliknya @realDonaldTrump. Trump memang sering mencicit di akun tersebut.
“Saya baru saja berbicara dengan teman saya, Presiden Joko Widodo. Ia meminta ventilator yang tentu akan kami berikan. Kerja sama hebat antara kami,” tulis Trump, Jumat (24/4) waktu setempat. (AA/Hym/Dhk/I-1)
Setelah diproduksi, minyak mentah bagianĀ milik negara harus diserahkan kepada Pertamina.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Berikut adalah analisis mendalam mengenai perbedaan Virus Nipah dan COVID-19 berdasarkan data medis dan epidemiologi terkini.
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan potensi influenza A (H3N2) subclade K atau Super Flu menjadi pandemi tergantung dari 3 faktor.
Peneliti simulasi wabah H5N1 pada manusia. Hasilnya, hanya ada jendela waktu sangat sempit untuk mencegah pandemi sebelum penyebaran tak terkendali.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
WHO menyebut vaksin influenza generasi baru berpotensi mencegah hingga 18 miliar kasus flu dan menyelamatkan 6,2 juta nyawa hingga 2050 dengan perlindungan yang lebih luas dan tahan lama.
Virus Nipah adalah virus zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. Selain melalui kontak langsung dengan hewan, virus ini juga dapat menyebar melalui makanan yang terkontaminasi.
Prof. Tjandra Yoga Aditama ingatkan kewaspadaan terhadap Flu Burung, MERS-CoV, Super Flu, & Virus Nipah. Simak risiko dan data terbaru WHO 2026 di sini.
Mengonsumsi ikan akan memberi energi, protein dan berbagai jenis nutrien yang penting bagi kesehatan.
Tiga tinjauan Cochrane yang ditugaskan WHO mengungkap potensi besar obat GLP-1 untuk penurunan berat badan, namun pakar peringatkan risiko jangka panjang.
WHO terus memantau sejumlah penyakit infeksi paru berat seperti flu burung, MERS, influenza berat, dan virus Nipah yang berisiko tinggi bagi kesehatan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved