Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Lockdown Pengaruhi Ramadan Global

MI
18/4/2020 03:35
Lockdown Pengaruhi Ramadan Global
(AFP)

BULAN suci Ramadan tahun ini tidak diragukan lagi akan terlihat sangat berbeda bagi umat muslim di seluruh dunia karena pandemi virus korona baru (covid-19) yang menghancurkan dunia.

Pemerintah-pemerintah negara di dunia melarang pertemuan orang dalam jumlah besar dan kontak dekat untuk mencegah penyebaran penyakit. Komunitas muslim secara global harus mengambil tindakan untuk mencegah penyebaran virus.

Masjid-masjid telah ditutup, pertemuan keagamaan dilarang, dan salat di masjid ditunda. Kegiatan iftar atau berbuka puasa tidak akan mungkin bisa dilakukan seperti normalnya dan perayaan Idul Fitri kemungkinan akan diminimalkan skalanya.

Di Nigeria, pemerintah federal telah memperingati muslim Nigeria agar menghindari pertemuan sosial dan keagamaan yang ramai selama
Ramadan. “Kita tidak dalam situasi normal dan kita bisa melihat Arab Saudi menangguhkan umrah. Kita harus melakukan penyesuaian dan beradaptasi. Ini adalah seruan kepada para ulama dan pemimpin agama untuk menyebarkan pesan ini,” kata koordinator nasional Satuan Tugas Kepresidenan (PTF) untuk Covid-19, Sani Aliyu.

Badan keagamaan tertinggi Nigeria mengatakan muslim mungkin diminta untuk menjalankan ibadah tarawih dan kegiatan jemaah lainnya yang terkait dengan Ramadan di rumah. Arab Saudi telah mengumumkan bahwa mereka akan menunda salat tarawih, Al Riyadh melaporkan. Kementerian Urusan Islam, Dawah, dan Bimbingan Saudi mengatakan salat tarawih akan dilakukan di rumah.

“Kami memohon kepada Allah SWT untuk menerima salat tarawih, baik diadakan di masjid maupun di rumah yang kami pikir lebih baik untuk kesehatan manusia,” kata laporan mengutip Menteri Urusan Islam Abdul Latif Al Sheikh.

Jordan juga telah mengumumkan kegiatan salat di masjid-masjid akan dilarang selama Ramadan tahun ini, dilaporkan dari Kantor Berita Petra. Masjid-masjid di Mesir akan tetap ditutup sampai tidak ada kasus virus korona baru terdeteksi, sebuah pernyataan dari Kementerian Agama.


Bazar dilarang

Menteri Senior Malaysia Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob mengatakan pemerintah tidak akan mengizinkan bazar apa pun, termasuk e-bazar atau e-iftar selama bulan Ramadan.

Makanan berbuka puasa akan langsung dikirim ke mereka yang membutuhkan di Uni Emirat Arab (UEA) tahun ini daripada dilayani di tenda-tenda Ramadan atau di masjidmasjid seperti yang dilaksanakan sebelumnya.

“Karena social distancing, kami tidak akan berkumpul di masjid-masjid, tidak akan ada makan malam komunitas,” kata Sheikh Fayaz Tilly, imam senior di Akram Jomaa Islamic Centre Calgary di Kanada. Badan keagamaan utama Turki menyerukan social distancing selama Ramadan untuk membendung penyebaran covid-19. Dalam sebuah pernyataan, Direktorat Urusan Agama mengatakan, “Pertemuan berbuka
puasa harus dihindari dengan saudara, tetangga, dan teman.” (Daily Trust/Hym/I-1)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya