Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

PM Tiongkok Ajak ASEAN Kembangkan Obat dan Vaksin Covid-19

Antara
15/4/2020 08:53
PM Tiongkok Ajak ASEAN Kembangkan Obat dan Vaksin Covid-19
Perdana Menteri Li Keqiang (kiri) meninjau pembangunan rumah sakit di Wuhan, Januari lalu.(AFP/STR)

PERDANA Menteri Tiongkok Li Keqiang mengajak negara-negara di kawasan Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN bersama-sama mengembangkan obat-obatan dan vaksin antivirus korona jenis baru (covid-19).

"Kami ingin berbagi pengalaman diagnosa dan perawatan, riset dan informasi data, serta melakukan riset dan pengembangan obat dan vaksin covid-19 bersama-sama," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4).

Dalam pernyataan tertulisnya berkaitan dengan KTT Asian Plus Three yang khusus membahas covid-19 itu, PM Li juga menyampaikan keinginannya mengoordinasikan produksi, permintaan, distribusi peralatan medis, dan fasilitas kesehatan lainnya secara komersial.

"Tiongkok akan memberikan dukungan dan bantuan kepada negara-negara anggota ASEAN dengan segala kemampuan kami melalui jalur komersial dan akan mengirimkan lebih banyak ahli sesuai dengan kebutuhan," ujarnya.

Baca juga: Korban Tewas Akibat Covid-19 di Swedia Lampaui 1.000

Tiongkok juga telah mengerahkan segala sumber daya untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada ASEAN dalam menangani wabah tersebut.

"Tiongkok juga mendukung ASEAN dalam menyiapkan dana tanggap darurat covid-19 melalui Dana Kerja Sama ASEAN-Tiongkok dan Dana Kerja Sama ASEAN Plus Three," tambahnya.

Li menyambut baik proposal pendanaan senilai US$5 miliar untuk fasilitas pemulihan covid-19 melalui Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), bank pembangunan multilateral untuk investasi pembangunan yang diprakarsai Tiongkok.

Tiongkok juga telah menyediakan 100 juta masker, 10 juta alat pelindung diri, dan kebutuhan medis lainnya untuk ASEAN, baik dalam bentuk hibah maupun komersial.

Sebelumnya, otoritas di Tiongkok menyetujui tiga vaksin untuk diuji secara klinis terhadap covid-19.

Dua vaksin inaktif memasuki uji klinis tahap pertama, sedangkan satu vektor sudah memasuki tahap kedua. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik