Sabtu 01 Februari 2020, 15:45 WIB

Trump Berpeluang Besar Lolos dari Pemakzulan

Willy Haryono | Internasional
Trump Berpeluang Besar Lolos dari Pemakzulan

AFP/Nicholas Kamm
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

 

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump diperkirakan akan selamat dari pemakzulan usai mayoritas senator di Senat AS menentang dihadirkannya saksi atau bukti baru dalam persidangan.

Menghadirkan saksi dan bukti baru dalam persidangan pemakzulan Trump merupakan sesuatu yang terus diupayakan Partai Demokrat.

Dikutip dari BBC, Sabtu (1/2), Demokrat sempat berharap empat senator Partai Republik akan mendukung pemanggilan saksi. Namun saat pemungutan suara dilakukan, hanya dua dari empat senator Republik yang mendukung pemanggilan tersebut.

Persidangan di level Senat AS kini melangkah menuju pemungutan suara terakhir, untuk menentukan apakah Trump akan dilepaskan atau tidak dari jerat pemakzulan.

Sejak masuk ke level Senat, sejumlah politisi senior Republik berusaha mempercepat persidangan pemakzulan Trump dengan mengesampingkan kemungkinan adanya saksi atau bukti baru.

Baca juga: Senat AS Tolak Panggil Saksi Baru dalam Sidang Pemakzulan Trump

Secara khusus, mereka semua berusaha menghindari kesaksian dari mantan Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton.

Menurut laporan New York Times, Bolton telah menuliskan dalam sebuah buku terbarunya bahwa Trump secara langsung memerintahkan dirinya menahan bantuan militer untuk Ukraina.

Penahanan bantuan bertujuan agar Ukraina mau menyelidiki Hunter Biden, anak dari politikus Demokrat Joe Biden, terkait pemilihan umum AS 2020.

Kesaksian dari Bolton mengenai keterlibatannya dalam skandal Ukraina dikhawatirkan Republik dapat meruntuhkan semua argumen tim hukum Trump.

Trump menghadapi dua dakwaan dalam proses pemakzulan ini. Pertama, mengenai penyalagunaan wewenang dan kedua, menghalangi penyelidikan pemakzulan yang dilakukan Kongres AS.

Dakwaan pertama berasal dari percakapan antara Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada Juli lalu. Kala itu, Trump meminta Zelenskiy untuk menyelidiki Hunter Biden demi keuntungan di pilpres 2020.

Sementara dakwaan kedua berasal dari tudingan Trump secara sengaja menghalang-halangi proses investigasi pemakzulan yang dilakukan Kongres AS.

Pemungutan suara terakhir mengenai apakah Trump akan dimakzulkan atau tidak akan berlangsung di Senat AS pada Rabu (5/2) mendatang. (OL-1)

Baca Juga

AFP/JACK GUEZ

Australia Setujui Penggunaan Vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Senin 25 Januari 2021, 08:14 WIB
Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt menuturkan vaksinasi kelompok prioritas diperkirakan akan dimulai pada akhir Februari, dengan 80.000...
AFP/Mandel Ngan

AS Larang Masuk Pelancong dari Puluhan Negara

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Senin 25 Januari 2021, 07:33 WIB
Biden akan memberlakukan kembali larangan perjalanan pada penumpang non-AS yang pernah berada di Brasil, Inggris, Irlandia dan 26 negara...
AFP/ARIANA DREHSLER

Kasus Covid-19 AS Tembus Angka 25 Juta

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 25 Januari 2021, 07:32 WIB
Angka itu tercatat lima hari setelah AS, negara yang paling parah terhantam pandemi covid-19 di dunia, mencatatkan 400 ribu kematian akibat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya