Selasa 17 Desember 2019, 00:00 WIB

Diplomat Terkena Kasus Spionase

AFP/Hym/X-11 | Internasional
Diplomat Terkena Kasus Spionase

Jewel SAMAD / AFP
Harian The New York Times melaporkan, Amerika Serikat secara diam-diam mengusir dua pejabat kedutaan Tiongkok pada bulan September.

 

AMERIKA Serikat secara diam-diam mengusir dua pejabat kedutaan Tiongkok pada September setelah mereka masuk ke pangkalan militer sensitif di Virginia.

Hal ini dilaporkan Harian The New York Times yang mengutip beberapa sumber yang mengetahui masalah itu. Tampaknya tindakan tersebut merupakan pertama kalinya dalam lebih dari 30 tahun AS mengusir para diplomat Tiongkok atas dugaan spionase.

“Setidaknya, satu diplomat diyakini sebagai perwira intelijen yang beroperasi di bawah perlindungan,” kata harian itu, Minggu (15/12).

Peristiwa itu terjadi ketika Washington dan Beijing terlibat perang dagang. Namun, kedua pihak telah mengumumkan kesepakatan untuk mengurangi beberapa tarif.

Harian itu mengatakan para diplomat ditemani istri mereka pergi ke pos pemeriksaan di pintu masuk sebuah instalasi sensitif dekat Norfolk, Virginia, yang mencakup operasi pasukan khusus.

Penjaga mendapati mereka tidak memiliki izin masuk dan karena itu meminta mereka keluar. Namun, para pejabat itu terus memacu kendaraan ke dalam pangkalan dan berusaha untuk menghindari personel militer yang mengejar. Mereka terpaksa berhenti karena terhalang truk pemadam.

Para pejabat itu beralasan tidak mengerti instruksi yang diberikan.

Motif tindakan itu tidak jelas, tetapi para pejabat AS menilai para diplomat Tiongkok sedang menguji langkah-langkah keamanan di pangkalan itu. “Kedua pejabat itu diusir musim gugur ini,” kata harian itu.

Beijing tampaknya tidak mengambil langkah pembalasan dengan mengusir diplomat AS dari ‘Negeri Tirai Bambu’.

Kementerian Luar Negeri AS tidak segera menanggapi permintaan AFP untuk mengomentari laporan tersebut.

AS dan Tiongkok kini masih berselisih mengenai sejumlah masalah, termasuk spionase industri, kehadiran Beijing di Laut China Selatan, dan situasi di Hong Kong dan Xinjiang.

Beberapa minggu setelah insiden di pangkalan Virginia, Kementerian Luar Negeri AS menetapkan pembatasan pada aktivitas para diplomat Tiongkok. Hal itu dikatakan sebagai respons terhadap peraturan Beijing yang sudah bertahun-tahun membatasi pergerakan para diplomat AS.

Tiongkok melembagakan pembatasan serupa terhadap diplomat AS pada Desember. Tidak jelas apakah pembatasan tersebut terkait dengan insiden di Virginia. (AFP/Hym/X-11)

Baca Juga

AFP/SABAH ARAR

ISIS Klaim Bom Bunuh Diri di Baghdad yang Tewaskan 32 Orang

👤Nur Aivanni 🕔Jumat 22 Januari 2021, 10:45 WIB
Pelaku pertama menarik kerumunan di pasar ramai di Tayaran Square dengan mengaku merasa sakit lalu mengaktifkan bahan peledak, disusul oleh...
LLUIS GENE/AFP

Rekor Harian Covid-19 di Spanyol Tembus 44.357 Kasus Sehari

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Januari 2021, 10:14 WIB
Kementerian Kesehatan Spanyol melaporkan bahwa korban meninggal akibat Covid-19 bertambah 404 orang sehingga total angka kematian...
MANDEL NGAN / AFP

Joe Biden Kembali Gandeng WHO Perangi Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Jumat 22 Januari 2021, 08:37 WIB
Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Joe Biden akan melanjutkan pendanaannya untuk Organisasi Kesehatan Dunia...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya