Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
TURKI menuduh Presiden Prancis Emmanuel Macron mensponsori terorisme. Tuduhan itu merupakan reaksi atas kritik Macron terhadap operasi Ankara di Suriah.
"Bagaimana pun, dia (Macron) mensponsori organisasi teroris. Dia menerimanya secara teratur di Elysee (istana kepresidenan)," ucap Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, dikutip dari Anadolu, Jumat (29/11).
Sejak bulan lalu, Turki melancarkan serangan terhadap pasukan pimpinan Kurdi di Suriah. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menargetkan militan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) dan kelompok Islamic State (IS) sebagai teroris.
Baca juga: Konservatif Diprediksi Menangi Pemilu
Langkah itu memicu kecaman bagi Ankara. Macron, yang telah berulang kali mengkritik serangan Turki mengatakan Ankara telah memberi sekutu-sekutunya 'fait accompli' yang membahayakan tindakan koalisi anti-IS.
Komentar Macron ini memicu reaksi keras dari Ankara.
"Jangan sampai Macron lupa. Turki juga anggota NATO, yang sebagian besar sekutunya," imbuh Cavusoglu.
Ankara memandang YPG sebagai cabang dari Kurdi PKK, yang telah memerangi pemberontakan di Turki selama 35 tahun terakhir. Kelompok ini dimasukkan dalam daftar hitam sebagai kelompok teror oleh Ankara dan sekutu Baratnya. (OL-2)
PRANCIS berada dalam posisi dilematis di tengah perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Presiden Emmanuel Macron mengkritik serangan militer terhadap Iran
Pemerintah Prancis mengerahkan kapal-kapal angkatan laut, termasuk kelompok serang kapal induknya ke Mediterania,
Secara keseluruhan, Prancis akan mengerahkan delapan kapal perang, kelompok kapal induk, dan dua kapal induk helikopter ke wilayah tersebut.
Obligasi pemerintah Inggris telah mengalami kenaikan yang cukup dramatis sejak krisis ini dimulai.
Langkah ini diambil seiring dengan upaya AS dalam menjalankan kampanye bersama dengan Israel melawan Iran.
Presiden Macron nyatakan solidaritas untuk Spanyol setelah Trump ancam putus perdagangan akibat penolakan penggunaan pangkalan militer untuk serangan ke Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved