Kamis 28 November 2019, 10:30 WIB

Yakitori Dibawa Astronaut Jepang ke ISS

Rifqi Akbar | Internasional
Yakitori Dibawa Astronaut Jepang ke ISS

MI/ATET DWI PRAMADIA
Yakitori

 

YAKITORI atau sate ayam adalah salah satu makanan cepat saji paling dicintai di Jepang. Hidangan itu akan hadir di luar angksa setelah badan antariksa Jepang menilai hidangan itu layak sebagai makanan astronot.

Daging ayam yang dibakar dengan tusuk sate dan dibumbui berbagai saus sangat populer di Jepang dan luar negeri. Versi baru dari makanan itu memenangkan sertifikasi sebagai ‘makanan luar angkasa Jepang’ untuk dikonsumsi di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Yakitori melengkapi 34 makanan Jepang lainnya seperti onigiri, ramen, sup miso, dan makarel, sebagai alat rindu bagi astronaut Jepang untuk merasakan suasana rumah saat berada di orbit.

“Mereka dapat memilih makanan Jepang bersertifikat untuk dibawa ke misi ISS serta makanan dasar yang dipilih NASA,” ujar seorang juru bicara dari Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA).

Baca juga: Bangladesh Hukum Mati Tujuh Teroris

Dinukil dari AFP, Kamis (28/11), yakitori yang disetujui akan datang dalam dua rasa, kecap asin dan yuzu kosho atau paprika hijau diresapi dengan buah jeruk Jepang yuzu.

Sementara, para astronaut menginginkan pengalaman mengunyah yakitori dari tusuk sate. Namun, peraturan ruang angkasa yang ketat akan membuat ini mustahil.

"Makan dari tusuk sate di luar angkasa akan baik. Namun, kebijakannya adalah meninggalkan limbah sesedikit mungkin," lapor juru bicara JAXA kepada AFP.

Jadi, yakitori akan dimakan dari kemasan kaleng dengan keamanan khusus agar tidak mengambang di lingkungan gravitasi rendah.

Kaleng yakitori yang disetujui itu diproduksi Hotei Foods, perusahaan pangan yang berbasis di Shizuoka. Mereka mengatakan mereka berharap kaleng mereka akan segera diluncurkan sebelum astronot Jepang berangkat ke ISS tahun depan.

Mereka memenangkan persetujuan JAXA setelah memenuhi serangkaian kriteria yang ketat seperti menjamin makanan tidak akan terdegradasi bahkan setelah 18 bulan pada suhu kamar awak kabin. (Medcom/OL-2)

Baca Juga

AFP/Abbas Momani.

Singapura Persoalkan UAS Bolehkan Bom Bunuh Diri Palestina, apa Kata Ulama?

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 18 Mei 2022, 22:04 WIB
Sejatinya pendapat operasi syahid atau bom bunuh diri dalam konflik Palestina-Israel sudah lama dibahas para ulama sedunia. UAS hanyalah...
AFP

Joe Biden: Nasib Demokrasi AS di Ujung Tanduk

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 18 Mei 2022, 19:35 WIB
Penembakan massal yang terjadi di Buffalo telah mengguncang AS, karena seolah menunjukkan bahwa kekerasan semacam itu menjadi...
AFP

Jepang Desak Tiongkok Ambil Sikap dalam Krisis Ukraina

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 18 Mei 2022, 16:41 WIB
Hal itu mengemuka dalam pertemuan pertama Jepang dengan mitranya Tiongkok sejak November lalu. Sejauh ini, Tiongkok masih enggan mengutuk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya