Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA 10 orang tewas setelah sebuah truk berisi bahan peledak diledakkan oleh milisi Taliban di luar sebuah rumah sakit di Afghanistan selatan.
Bayak korban dalam serangan di Kota Qalat, Afghanistan itu adalah dokter dan pasien, menurut laporan media setempat, BBC melaporkan, Kamis (19/9).
Taliban mengatakan mereka menargetkan kantor intelijen pemerintah, di sebelah rumah sakit.
Jumlah korban tewas terbaru dari serangan Kamis (19/9) pagi di Provinsi Zabul masih belum jelas. Kepala Dewan Provinsi Zabul mengatakan dia meyakini sebanyak 20 dipastikan tewas, dengan hampir 100 orang terluka.
Orang-orang di tempat kejadian menggambarkan mereka melihat perempuan dan anak-anak ditarik dari reruntuhan.
"Itu mengerikan," kata mahasiswa universitas Atif Baloch, menurut kantor berita AFP.
Seorang pejabat senior kementerian pertahanan di ibu kota mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa bom 'besar' dibawa dengan 'truk mini'.
Penelitian BBC mengungkapkan awal pekan ini bahwa setidaknya 473 warga sipil telah tewas di Afghanistan selama Agustus.
Namun, Taliban telah menolak untuk bertanggung jawab atas korban sipil
Dalam sebuah wawancara dengan kepala koresponden internasional BBC, Lyse Doucet, awal pekan ini, kepala perunding Taliban Sher Mohammad Abbas Stanikzai menyalahkan pejuang asing atas jatuhnya korban sipil.
Kelompok itu telah melakukan serangan hampir setiap hari di tengah perundingan damai yang memanas dan menjelang pemilu nasional.
Sebelumnya pada Selasa, kelompok itu menargetkan kegiatan kampanye pemilihan umum tempat Presiden Ashraf Ghani dijadwalkan akan berbicara, mengakibatkan 26 orang tewas.
Awal bulan ini Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengutip serangan Taliban di Kabul yang menewaskan seorang tentara AS dan 11 lainnya pada 6 September sebagai alasannya untuk menarik diri dari perundingan damai yang bertujuan mengakhiri konflik 18 tahun. (AFP/OL-09)
LEDAKAN langka di ibu kota Pakistan, Islamabad, pada Selasa (11/11) menewaskan 12 orang dan melukai 20 orang. Demikian disampaikan Rumah Sakit Institut Ilmu Kedokteran Pakistan.
MANTAN Sekretaris Jenderal NATO dan Menteri Keuangan Norwegia saat ini, Jens Stoltenberg, menyebut penarikan pasukan AS dari Afghanistan sebagai kekalahan terbesar NATO.
Sedikitnya 20 orang tewas dan lebih dari 500 terluka setelah gempa 6,3 SR mengguncang Mazar-e-Sharif, Afghanistan Utara.
Gempa bumi berkekuatan 6,3 mengguncang wilayah utara Afghanistan dekat kota Mazar-i-Sharif. USGS memperingatkan potensi korban jiwa ratusan dan kerusakan meluas.
Gempa bumi berkekuatan 6,3 magnitudo mengguncang Afghanistan utara dekat Mazar-i-Sharif. Belum ada laporan korban.
Shehbaz menegaskan kembali bahwa Pakistan menginginkan perdamaian dan stabilitas di Afghanistan, tetapi terus menghadapi terorisme lintas batas yang berasal dari tanah Afghanistan.
BADAN keamanan menyelidiki penemuan tiga selongsong peluru, termasuk dua peluru tajam yang ditemukan di antara puing-puing lokasi ledakan di dekat Stasiun Metro Red Fort di Delhi, India.
BADAN Investigasi Nasional India mengumumkan telah menangkap seorang pria yang diduga terlibat dalam perencanaan serangan bom mobil mematikan pekan lalu di dekat Benteng Merah, Delhi.
PIHAK berwenang India pada Minggu (16/11) menyatakan bahwa ledakan mobil mematikan di New Delhi awal pekan ini merupakan aksi teror yang dilakukan oleh seorang pelaku bom bunuh diri.
PEMERINTAH Pakistan menyatakan siaga penuh setelah serangan bom bunuh diri di luar gedung pengadilan distrik Islamabad pada Selasa (11/11) menewaskan sedikitnya 12 orang.
SERANGAN bom bunuh diri mengguncang ibu kota Pakistan, Islamabad, pada Selasa (11/11), menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 27 lainnya di luar gedung pengadilan distrik.
PERDANA Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengungkapkan pasukan militernya telah menjatuhkan 153 ton bom ke wilayah Gaza.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved