Senin 22 Juli 2019, 20:30 WIB

Israel Hancurkan Rumah-Rumah Palestina di Yerusalem

Ihfa Firdausya | Internasional
Israel Hancurkan Rumah-Rumah Palestina di Yerusalem

AFP
Israel mulai menghancurkan sejumlah rumah Palestina yang dianggap ilegal

 

ISRAEL mulai menghancurkan sejumlah rumah Palestina yang dianggap ilegal di selatan Yerusalem, Senin (22/7) pagi, menurut seorang wartawan AFP. Langkah ini telah menarik perhatian internasional.

Lusinan polisi dan militer Israel menutup setidaknya empat bangunan di daerah Sur Baher. Lokasi tersebut berada dekat penghalang keamanan Israel yang memotong Tepi Barat yang diduduki Senin (22/7) pagi.

Kemudian, sebuah buldoser mulai menghancurkan bangunan dua lantai yang dibangun sebagian.

Wartawan dicegah untuk menggapai daerah itu. Sementara warga dan para aktivis diseret keluar rumah.

Seorang pria berteriak, "Aku ingin mati di sini", setelah dipaksa keluar.

Bangunan-bangunan itu dekat dengan tembok pemisah Israel yang memotong Tepi Barat yang diduduki. Negara Yahudi itu mengatakan bahwa mereka membangun terlalu dekat dengan tembok.

Palestina menuduh Israel menggunakan petugas keamanan untuk memaksa mereka keluar dari daerah itu. Ini juga dianggap bagian dari upaya jangka panjang memperluas permukiman dan jalan yang menghubungkan kedua wilayah.

Mereka juga menunjukkan bahwa sebagian besar bangunan terletak di daerah yang seharusnya berada di bawah kendali sipil Otoritas Palestina. Hal ini berdasarkan perjanjian antara pemerintah Palestina dan Israel.

Ismail Abadiyeh, seorang warga setempat, mengatakan mereka akan kehilangan tempat tinggal.

"Kami akan berada di jalan," tuturnya kepada AFP.

Tentara dan polisi Israel tidak segera berkomentar.


Baca juga: Kerusuhan kembali Memuncak di Hong Kong


Pada 18 Juni, warga menerima pemberitahuan dari otoritas Israel tentang niat mereka menghancurkan rumah-rumah itu. Banyak di antaranya masih dalam pembangunan.

Menurut badan urusan kemanusiaan PBB, OCHA, keputusan tersebut membuat 10 bangunan yang sudah atau sedang dibangun, termasuk sekitar 70 apartemen, dihancurkan.

Menurut PBB, pembongkaran akan menyebabkan 17 orang mengungsi dan 350 lainnya terkena dampak.

Diplomat-diplomat Uni Eropa baru-baru ini mengunjungi daerah itu. PBB juga telah meminta Israel untuk membatalkan rencana pembongkaran.

Warga khawatir 100 bangunan lain di daerah itu berisiko mengalami hal yang sama dalam waktu dekat.

Selama ini, warga Palestina sangat kesulitan menerima izin konstruksi dari pihak berwenang Israel di daerah-daerah yang dikendalikan mereka. Warga Palestina dan aktivis HAM mengatakan bahwa kekurangan perumahan telah terjadi.

Israel menduduki Tepi Barat dan Yerusalem Timur dalam Perang Enam Hari 1967. Israel mencaplok Yerusalem Timur dalam suatu tindakan yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Israel mulai membangun penghalang selama intifadah (pemberontakan) kedua Palestina yang berdarah pada awal 2000-an. Orang-orang Palestina menyebutnya sebagai 'tembok apartheid'. (AFP/OL-1)

 

Baca Juga

Eva Marie UZCATEGUI / AFP

NASA tunjuk 3 Perusahaan untuk Desain Sistem Tenaga Nuklir di Bulan

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 15:00 WIB
Ketiga perusahaan tersebut antara lain Lockheed Martin dari Maryland, Westinghouse dari Cranberry Township, Pennsylvania serta IX dari...
AFP/Bryan R. Smith

DPR AS Setujui UU Pembatasan Senjata Api

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 09:47 WIB
UU yang menunggu ditandangani Biden ini telah mengatur sejumlah syarat kepemilikan senjata. Misalnya terdapat pemeriksaan riwayat kriminal...
AFP/MANDEL NGAN

PBB Sebut Keputusan MA AS yang Hapus Hak Aborsi Pukulan bagi HAM

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 07:30 WIB
"Akses untuk mendapatkan aborsi yang aman, legal dan efektif ada dalam hukum hak asasi internasional dan merupakan dasar pada hak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya