Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
MENYAMBUT Hari Raya Idulfitri 1440 H, Duta Besar RI untuk Amerika Serikat (AS) Mahendra Siregar menggelar open house di Wisma Indonesia, Washington DC, AS. Setidaknya, 2.000 WNI hadir dalam open house ini.
Hari Raya Idulfitri yang jatuh pada hari kerja, sama sekali tak menyurutkan antusiasme WNI untuk berbondong-bondong datang. Bahkan sebagian dari mereka rela mengambil cuti demi dapat merayakan Lebaran bersama.
Open house yang dimulai sejak pukul 12.00 hingga 16.00 waktu setempat ini menyajikan sejumlah masakan Nusantara yang mengobati rindu para WNI akan Tanah Air.
Opor ayam lengkap dengan ketupat, rendang, sambal goreng hati, sayur labu siam, dan juga aneka kue tradisional agar suasana semakin terasa bak di Indonesia, seperti asinan Bogor, gethuk, wingko babat, es teler dan masih banyak lagi disajikan KBRI untuk WNI yang datang.
"Momentum halal bihalal ini sangat penting untuk terus menjaga dan memperkuat persatuan antar masyarakat Indonesia di AS," kata Mahendra, dalam keterangan tertulis KBRI Washington kepada Medcom.id, Kamis 6 Juni 2019.
Hema, WNI yang bermukim di Virginia, mengaku sangat senang hadir dalam acara ini. "Suasananya sangat mirip dengan Indonesia. Setiap tahun saya selalu datang. Makanan yang disajikan pun sangat beragam," ujarnya.
Ungkapan yang sama juga disampaikan oleh Via, mahasiswi Indonesia asal Texas. "Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dapat hadir di Open House hari ini. Acaranya meriah dan makanannya enak-enak," kata dia.
Selain menikmati masakan Nusantara, para tamu yang hadir juga disuguhi lantunan lagu-lagu religi Islami yang dibawakan secara khusus oleh masyarakat Indonesia yang hadir.(medcom/OL-09)
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada awal 2026. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran.
PUTRA Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengatakan kerajaan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya atau wilayah teritorialnya digunakan untuk aksi militer apa pun terhadap Iran.
IRAN menyatakan bahwa mereka masih mempertahankan kendali penuh atas wilayah darat, bawah laut, dan udara Selat Hormuz di tengah kekhawatiran akan kemungkinan serangan AS terhadap Teheran.
KETEGANGAN AS-Iran meningkat. Republik Islam Iran secara resmi mengeluarkan Notice to Airmen (NOTAM) yang menyatakan wilayah udara di atas Selat Hormuz sebagai "zona berbahaya".
IRAN mengeluarkan peringatan penerbangan atau Notice to Airmen (NOTAM) terkait latihan tembakan langsung di wilayah udara sekitar Selat Hormuz, menandai peningkatan kesiapsiagaan militer.
AMERIKA Serikat (AS) memperluas kehadiran militernya di Timur Tengah dengan mengerahkan kapal induk dan jet tempur tambahan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved