Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Iran, Javad Zarif, menegaskan, Teheran tidak membuat senjata nuklir. Dia menuduh AS lah yang menyebabkan ketegangan regional.
Menlu Iran Zarif telah menyerang Amerika Serikat setelah Presiden Donald Trump mengatakan Washington tidak ingin mengubah rezim di Iran tetapi hanya tertarik untuk mencegah Teheran mendapatkan senjata nuklir.
Dalam sebuah unggahan Twitter pada Senin (27/5), Zarif bersikeras Iran tidak menmbuat senjata nuklir dan balik menuduh AS, yang baru-baru ini meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah lah yang menyebabkan ketegangan regional dan melukai rakyat Iran.
''Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sejak lama mengatakan bahwa Iran tidak membuat senjata nuklir dengan mengeluarkan fatwa (larangan) yang melarang nya," cuit Zarif.
Komentarnya muncul setelah Trump mengatakan pada Senin dalam perjalanan ke Jepang bahwa kesepakatan dengan Iran mengenai program nuklirnya dimungkinkan. Tetapi dengan menambahkan sanksi ekonomi untuk mengekang kegiatan yang dikatakan Washington berada di belakang serentetan serangan di Timur Tengah.
"Kami tidak inginkan perubahan rezim, saya hanya ingin memperjelasnya. Kami ingin menghapus senjata nuklir," kata Trump kepada wartawan dalam konferensi pers dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Tokyo.
"Saya benar-benar percaya bahwa Iran ingin membuat kesepakatan dan saya pikir itu sangat cerdas dari mereka, dan saya pikir itu mungkin terjadi," katanya. "Iran memiliki peluang untuk menjadi negara yang hebat dengan kepemimpinan yang sama."
Sebagai tanggapan, Zarif mencuit "Tindakan - bukan kata-kata - akan menunjukkan apakah itu maksud @realDonaldTrump atau tidak," tambah Zarif, merujuk pada cuitan presiden AS.
Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan pada Oktober bahwa AS sedang berusaha mengubah rezim di Iran. Dia menambahkan bahwa pemerintahan Trump adalah yang paling bermusuhan yang dihadapi Republik Islam itu dalam empat dekade.
Teheran mengatakan para pemimpin Iran cenderung melihat retorika lembut dari Trump sebagai sesuatu yang tidak tulus. Dia menunjuk pada sanksi ekonomi yang agresif dan peningkatan personel militer di wilayah tersebut sebagai sikap sebenarnya dari niat AS terhadap Iran.
"Para ahli mengatakan bahwa dengan tidak adanya tujuan nyata, berbicara dengan AS akan hanya demi berbicara. Jadi selama pengurangan sanksi tetap sangat tidak mungkin para pemimpin Iran diharapkan untuk mempertahankan kebijakan tidak bernegosiasi dengan Gedung Putih Trump.
"Untuk saat ini, mereka memfokuskan energi diplomatik mereka untuk menjangkau mitra regional untuk mencoba memulai semacam kerja sama keamanan yang berupaya keras untuk menyapu AS."
Baca juga: Trump Akhiri Lawatan ke Jepang
Ketegangan meningkat antara kedua negara setelah keputusan AS awal bulan ini untuk mengirim pasukan serangan kapal induk dan pembom B-52 dalam unjuk kekuatan terhadap apa yang dikatakan para pemimpin Washington yang mereka yakini sebagai rencana Iran untuk menyerang aset AS.
AS, pendukung kuat saingan regional Teheran, Arab Saudi, juga telah mengumumkan rencana untuk mengerahkan 1.500 tentara tambahan ke Timur Tengah. Hal ini memicu kekhawatiran akan terjadinya konflik.
Dikatakan AS, bala bantuan terbaru dalam menanggapi serangan baru-baru ini ke Zona Hijau di Baghdad, yang merusak empat kapal tanker di dekat pintu masuk ke Teluk, dan serangan drone oleh pemberontak Yaman pada pipa minyak Saudi. Iran membantah terlibat dalam serangan itu.
Trump, dalam kunjungan empat hari ke Jepang, menyambut bantuan Abe dalam urusan dengan Iran setelah penyiar NHK mengatakan perdana menteri sedang mempertimbangkan perjalanan ke Teheran pada pertengahan Juni. Iran mengatakan kunjungan tidak mungkin dalam waktu dekat.
"Saya tahu pasti bahwa perdana menteri sangat dekat dengan Iran, dan kita akan lihat apa yang terjadi," kata Trump.
Pada konferensi pers bersama dengan Trump, Abe mengatakan Jepang akan melakukan apa yang bisa dilakukan terkait masalah Iran.
Trump tahun lalu menarik AS dari kesepakatan nuklir internasional 2015 dengan Iran. Dan AS sedang meningkatkan sanksi yang berupaya mengakhiri penjualan minyak mentah internasional Iran untuk mencekik ekonominya.
Jepang adalah pembeli utama minyak Iran selama beberapa dekade sebelum sanksi AS yang menurut Trump mulai berlaku. (OL-1)
TIONGKOK menolak usulan Presiden Donald Trump untuk perundingan pengendalian senjata nuklir sebagai tidak masuk akal. Apa alasannya?
PERLOMBAAN nuklir baru dimulai. Kini AS harus bersiap menghadapi dua pesaing sekaligus di saat kehilangan keunggulan industri dan ekonominya.
Di Xinjiang barat jauh, citra satelit dan analisis ahli menunjukkan bahwa Tiongkok dengan cepat memperluas lokasi uji coba nuklir bersejarah.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan keberhasilan uji coba rudal jelajah bertenaga nuklir Burevestnik, di tengah meningkatnya serangan udara di Ukraina.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyatakan siap mendukung kesepakatan Donald Trump dan Kim Jong Un terkait pembekuan produksi senjata nuklir Korea Utara.
Peimpin Korea Utara, Kim Jong Un, serukan percepatan perluasan kemampuan senjata nuklir di negaranya.
BANK sentral Iran tampaknya menggunakan sejumlah besar mata uang kripto yang didukung oleh politikus Inggris, Nigel Farage, yaitu stablecoin Tether.
EKOSISTEM aset digital Iran melampaui angka US$7,78 miliar atau sekitar Rp132 triliun pada 2025. Ini tumbuh lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.
DI tengah rezim Iran yang semakin terdesak, menghadapi tekanan luar biasa baik dari dalam maupun luar negeri, mata uang kripto muncul sebagai alternatif keuangan bagi banyak warganya.
UNTUK kesekian kalinya, Republik Islam Iran tidak ciut nyali menghadapi gertakan negara-negara Barat, terutama Amerika.
Presiden AS Donald Trump menolak memberikan kepastian terkait langkah militer terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.
Memang realisme politik Trump untuk menahan kemerosotan AS merupakan preseden yang mengancam tatanan internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved