Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA pemimpin Tiongkok, Prancis, Jerman, dan Uni Eropa dijadwalkan bertemu di Paris pada Selasa (26/3). Mereka akan mengadakan pembicaraan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dalam pertemuan itu akan dibahas tentang bagaimana meningkatkan hubungan, meskipun ada kegelisahan atas investasi besar-besaran Beijing di Eropa.
Pertemuan itu berlangsung menjelang KTT Uni Eropa-Tiongkok di Brussels bulan depan dan sehari setelah Presiden Tiongkok Xi Jinping menandatangani berbagai kesepakatan dengan Prancis, termasuk kontrak pembelian pesawat Airbus.
Pada jamuan makan malam kenegaraan, Senin (25/3) malam, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan ia berharap dapat membangun pemerintahan global baru dengan Tiongkok dan akan membahas hal itu pada pertemuan yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan kanselir Jerman dan presiden Komisi Eropa.
"Ini adalah isyarat penting yang kami buat sekarang. Ini adalah bukti keterikatan Anda yang mendalam terhadap kerja sama Tiongkok dengan Eropa dan keinginan saya untuk membangun Eropa yang kuat," katanya kepada Xi.
Baca juga: Protes Rompi Kuning Diwarnai Bentrokan
Kanselir Jerman Angela Merkel dan Ketua Komisi Uni Eropa Jean-Claude Juncker akan bergabung dengan Xi dan Macron di Elysee Palace untuk mengeksplorasi titik temu antara dua raksasa perdagangan itu.
Pada Senin (25/3), Tiongkok dan Prancis menandatangani selusin kesepakatan tentang tenaga nuklir, pertukaran budaya dan energi bersih. Sementara Beijing juga berkomitmen membeli 290 unit Airbus A320 dan 10 pesawat A350 dari Airbus Eropa.
Perintah tersebut, awalnya untuk 184 unit A320 untuk 13 maskapai penerbangan Tiongkok. Ini pertama kali diumumkan saat kunjungan kenegaraan Macron ke Tiongkok pada Januari 2018.
Semua kesepakatan, termasuk ekspor ayam beku Prancis ke Tiongkok berjumlah total sekitar US$40 miliar.
Kunjungan Xi ini menimbulkan tantangan khusus bagi Macron, yang ingin memperdalam hubungan Uni Eropa dengan Tiongkok sambil mendorong kembali terhadap pengaruh global Beijing yang terus berkembang.
Berbicara di Istana Elysee pada Senin (25/3) setelah bertemu Xi, Macron menyerukan kemitraan Eropa-Tiongkok yang kuat. Macron menambahkan bahwa ini harus didasarkan pada multilateralisme yang kuat dan perdagangan adil dan seimbang.
Sementara itu Xi menekankan bahwa Eropa yang bersatu dan makmur cocok dengan visi Tiongkok untuk dunia multipolar.
"Tiongkok akan selalu mendukung integrasi Eropa dan perkembangannya," katanya menambahkan dalam sebuah pernyataan kepada pers.
Sekitar 200 tamu termasuk aktor Prancis Alain Delon, yang dikenal luas di Tiongkok, komposer musik elektronik Prancis Jean-Michel Jarre, dan aktris Tiongkok Gong Li turut hadir dalam makan malam kenegaraan pada Senin itu. (AFP/OL-2)
Jepang tangkap kapal nelayan Tiongkok di Nagasaki. Ketegangan meningkat seiring sikap keras PM Sanae Takaichi terkait isu Taiwan dan ancaman militer Beijing.
Koster berharap kedepan hubungan baik antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Tiongkok dapat meningkatkan hubungan kerjasama antara Provinsi Bali dengan Pemerintah Tiongkok.
Dalam tradisi Tiongkok kuno, feng shui berkembang sebagai sistem penataan ruang berbasis pengelolaan energi (qi) untuk menjaga keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan kekuasaan.
Timnas Indonesia U-17 harus mengakui keunggulan Tiongkok usai kalah 2-3 dalam laga uji coba Indonesia vs China di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Rabu (11/2) malam
Karakter Draco Malfoy, rival abadi Harry Potter dari asrama Slytherin, mendadak menjadi ikon tak terduga dalam perayaan Imlek 2026 di Tiongkok.
Indonesia menyambut baik rencana investasi dan kerja sama jangka panjang SINOVAC, termasuk di bidang riset dan pengembangan vaksin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved