Protes Rompi Kuning Diwarnai Bentrokan

Penulis: AFP/Tes/I-1 Pada: Senin, 25 Mar 2019, 01:15 WIB Internasional
Protes Rompi Kuning Diwarnai Bentrokan

Zakaria ABDELKAFI / AFP

BENTROKAN pecah di tengah protes gerakan rompi kuning di sejumlah kota Perancis pada Sabtu waktu setempat. Petugas kepolisian berskala besar dikerahkan untuk mencegah kerusuhan dan penjarahan yang mengotori aksi unjuk rasa pekan lalu.

Lebih dari 40 ribu orang turun ke jalan-jalan di Prancis dalam 19 pekan terakhir. Menteri Dalam Negeri Prancis, Christophe Castaner, mengungkapkan sekitar 5.000 pengunjuk rasa berkumpul di ibu kota Paris. Tujuannya menggulirkan protes antipemerintah.

Aksi protes semula relatif tenang. Namun, bentrokan pecah di Paris jelang sore hari. Petugas kepolisian pun sempat melemparkan gas air mata. Sebagian besar demonstran melindungi diri dengan kain atau helm khusus.

Otoritas berwenang berjanji tidak akan menoleransi tindak kekerasan. Berikut, melarang protes di sebagian besar wilayah barat Paris, termasuk Champs-Elysees. Sebuah lokasi yang menjadi saksi mata kemarahan ratusan agitator berpakaian hitam. Kali ini sekitar 6.000 pasukan keamanan yang didukung kendaraan lapis baja dan meriam air, bergerak di sekitar wilayah Paris. Aksi unjuk rasa berakhir di basilika Sacre-Coeur, yang diwarnai sejumlah indisen.

Polisi sempat memblokade bulevar, tempat puluhan pengunjuk rasa membakar tempat sampah, sebelum melarikan diri ke Place de la Republique. Seorang petugas diketahui menderita serangan jantung di lokasi kejadian. Pemerintah Prancis menyatakan sekitar 32 ribu orang bergabung dalam unjuk rasa nasional akhir pekan lalu. Dalam demonstrasi kali ini, 70 orang ditahan dan 50 orang dijatuhi denda sebesar US$153.

Larangan protes juga berlaku di Toulouse, Bordeaux, Dijon, Rennes, dan Nice di wilayah selatan, yang menjadi lokasi pertemuan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Tiongkok Xi Jinping akhir pekan ini. Bentrokan juga terjadi di sejumlah kota, termasuk Bordeaux, Nantes, dan Montpellier.

"Gerakan ini harus berlanjut. Kami berutang kepada yang terluka," ucap Matine, seorang pensiunan berusia 66 tahun di Toulouse.

Presiden Macron berada di bawah tekanan untuk menghindari terulangnya kerusuhan di Champs-Elysess beberapa waktu lalu. Lebih dari 100 toko rusak dan dijarah pengunjuk rasa. Pemerintah Prancis menuai kritik keras terhadap penanganan aksi protes. (AFP/Tes/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More