Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG pendukung Donald Trump yang sekarat mendapatkan keinginannya ketika saudarinya, seorang politisi Partai Demokrat, mengatur agar Presiden Amerika Serikat (AS) itu menghubungi pendukung itu dan berbicara dengannya.
Jay Barrett, 44, pria warga Connecticut, menderita penyakit terminal cystic fibrosis.
Saudarinya, Bridgette Hoskie, politisi di New Haven, mengatur sambungan telepon untuk saudaranya yang dulu adalah pendukung Barack Obama namun kini mengangumi Trump.
Hoskie mengunggah video percakapan antara Barrett dan Trump di Facebook.
"Kau adalah orang yang saya skuai Jay. Saya bangga dengan Anda," ujar Trump.
Baca juga: Kasus Khashoggi, Senat Desak Trump Ambil Tindakan Tegas
"Saya akan berbicara lagi dengan Anda, Jay. OK? Teruslah berjuang. Kita berdua akan berjuang," imbuh Presiden AS itu.
"Tuan Presiden dalam suka dan duka, saya mendukung Anda," ujar Barrett yang baru saja mendukung Partai Republik beberapa saat terakhir.
"Saya berharap Anda bisa datang ke salah satu kampanye saya," kata Trump yang kemudian dijawab Barrett, "Saya berencana datang ke DC antara saat ini dan saat saya meninggal dunia."
Ketika Trump meminta dia untuk tidak berbicara mengenai kematian, Barrett menegaskan dia berencana memilih Trump kembali dalam pemilihan presiden AS 2020.
Selepas pembicaraan dengan Trump, Barrett yang mengenakan selang oksigen, melihat ke arah saudarinya dan berkata, "Ini gila. Apakah saya benar berbicara dengan Presiden AS?" (AFP/OL-2)
Trump membantah keterlibatan AS dalam serangan ke ladang gas Iran, meski Israel klaim koordinasi. Eskalasi konflik picu ancaman Iran dan lonjakan harga minyak dunia.
Donald Trump menyatakan Israel akan menghentikan serangan ke ladang gas South Pars Iran. AS menegaskan tidak terlibat dan memperingatkan Iran terkait potensi eskalasi.
FBI selidiki Joe Kent terkait dugaan kebocoran informasi rahasia. Kent sebut pembunuhan Ali Khamenei oleh AS-Israel adalah kesalahan fatal.
Pentagon meminta persetujuan Gedung Putih untuk anggaran perang di Iran senilai lebih dari US$200 miliar. Akankah Kongres meloloskan dana raksasa ini?
Eks Kepala Kontraterorisme AS Joe Kent mengungkap fakta mengejutkan pasca-mundur. Ia menyebut tak ada intelijen soal serangan Iran dan adanya pembungkaman suara kritis.
Joe Kent menyebut suara-suara penentang di intelijen AS dibungkam sebelum Trump memutuskan perang dengan Iran. Tulsi Gabbard pun tersudut dalam sidang Senat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved