Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Waspada, Campak Dapat Sebabkan Komplikasi Berbahaya

Asha Bening Rembulan
05/4/2026 12:52
Waspada, Campak Dapat Sebabkan Komplikasi Berbahaya
Ilustrasi(freepik)

CAMPAK merupakan salah satu penyakit yang sangat menular. Dalam kurun waktu terakhir, angka kasus suspek campak naik secara signifikan sehingga diperlukan kewaspadaan dan pencegahan terhadap penularan campak. 

 Penyakit ini disebabkan infeksi virus Morbilivirus yang dapat menular melalui droplets, percikan liur dari mulut dan hidung penderita campak. 

Sebagian orang menganggap campak hanya sebagai ruam kecil dan demam yang sembuh dalam beberapa hari. Namun, campak dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius dari diare berat hingga kematian.

Tanda dan Gejala Campak

Gejala campak biasanya akan muncul 7-14 hari setelah kontak dengan virus. Biasanya gejala pertama dimulai dengan demam tinggi, batuk, pilek, serta mata merah dan berair. Setelahnya, gejala berupa bintik koplik akan muncul di dalam mulut.

Ruam campak akan muncul 3-5 hari setelah gejala pertama yang dimulai sebagai bintik-bintik merah datar di wajah yang kemudian menyebar ke leher, badan, lengan, serta kaki. 

Gejala berupa benjolan kecil yang menonjol dapat muncul di atas bintik-bintik merah tadi. Selain itu, ketika ruam kemerahan mulai muncul, demam akan melonjak melebihi  40 °C.

Risiko Penyakit Campak

Risiko untuk terkena campak dapat meningkat pada individu yang belum mendapatkan vaksin campak dan MMR secara lengkap. Selain itu, risiko juga akan meningkat ketika tinggal bersama orang yang terinfeksi campak.

Campak dapat menjadi penyakit serius pada semua kelompok usia. Namun, beberapa kelompok yang lebih mungkin menderita komplikasi campak, seperti anak-anak di bawah usia 5 tahun, orang dewasa berusia lebih dari 20 tahun, ibu hamil, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Komplikasi Campak

Sebagian besar penderita campak dapat sembuh dalam hitungan hari. Namun, pada individu yang memiliki daya tahan tubuh lemah, campak dapat menimbulkan beberapa komplikasi. 

Komplikasi umum biasanya meliputi infeksi telinga dan diare berat. Namun, campak juga dapat menyebabkan komplikasi penyakit berat, seperti:

  • Peradangan pita suara
  • Kebutaan
  • Pneumonia
  • Ensefalitis atau pembengkakan otak
  • Komplikasi selama kehamilan bagi ibu hamil
  • Panensefalitis sklerosis subakut (SSPE) atau radang otak

Bahkan, penyakit campak bisa menyebabkan kematian akibat komplikasi serius, seperti infeksi paru-paru dan pembengkakan otak.

Cara Mencegah Campak

Cara paling ampuh untuk mencegah terinfeksi campak adalah dengan melakukan imunisasi campak dan MMR secara lengkap dan tepat waktu. Sebagian besar orang yang divaksinasi akan terlindungi seumur hidup dari penyakit ini.

Imunisasi campak dapat diberikan semenjak usia 9 bulan, sementara vaksin MMR dapat kembali dilakukan setelah usia 12-18 bulan. Vaksin MMR harus diulang kembali saat anak menginjak usia 5-7 tahun.

Namun, vaksin campak dan MMR masih bisa diberikan kepada orang dewasa yang belum mendapatkan vaksin sama sekali. Dosis yang diberikan sebanyak dua kali dengan jeda 28 hari antara dosis pertama dan dosis selanjutnya.

Penularan campak juga dapat dicegah dengan melakukan isolasi mandiri semenjak gejala pertama hingga ruam muncul. Penderita campak dan orang yang merawatnya disarankan untuk mencuci tangan secara rutin serta menutup hidung dan mulut ketika batuk atau bersin dengan lengan atau tisu. (CDC/Kementerian Kesehatan RI/Alodokter/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik