Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
FENOMENA Godzilla El Nino berpotensi menekan produksi pertanian nasional akibat kekeringan berkepanjangan. Pakar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mengingatkan, kondisi ini dapat meningkatkan risiko gagal panen dan mengganggu ketahanan pangan Indonesia.
Guru Besar Agroklimatologi UGM Bayu Dwi Apri Nugroho menjelaskan El Nino merupakan siklus alami yang kini semakin sulit diprediksi akibat perubahan iklim global. Ia menyebut istilah Godzilla El Nino digunakan untuk menggambarkan intensitas fenomena yang jauh lebih kuat dari biasanya.
“El Nino itu sebenarnya siklus alami, sudah lama terjadi. Tapi sekarang polanya terasa makin cepat karena pemanasan global. Nah, kalau intensitasnya sudah sangat kuat, dampaknya pasti terasa ke pertanian, terutama dari sisi produksi,” ujarnya, Kamis (3/4).
Menurut Bayu, dampak paling signifikan Godzilla El Nino dirasakan pada komoditas pangan utama seperti padi dan jagung yang sangat bergantung pada ketersediaan air. Penurunan suplai air akan menghambat pertumbuhan tanaman, bahkan berpotensi menyebabkan kerusakan permanen.
“Padi dan jagung ini paling terasa dampaknya karena butuh air cukup banyak. Kalau airnya kurang, pertumbuhannya terganggu, bahkan bisa berujung gagal panen,” katanya.
Kondisi tersebut berimplikasi langsung pada petani. Kekeringan yang terjadi setelah masa tanam berisiko menyebabkan kerugian besar karena biaya produksi tidak kembali.
“Kalau kekeringan terjadi setelah tanam, petani bisa gagal panen. Artinya, biaya yang sudah dikeluarkan itu tidak kembali dan jadi kerugian,” lanjutnya.
Untuk menekan risiko, Bayu menekankan pentingnya langkah mitigasi di tingkat petani, terutama melalui penguatan komunikasi dengan penyuluh pertanian. Akses informasi cuaca dan pemilihan varietas tanaman menjadi kunci dalam pengambilan keputusan di lapangan.
“Kuncinya ada di komunikasi petani dan penyuluh. Kalau informasinya jelas, petani bisa ambil keputusan yang lebih tepat di lapangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, Indonesia sebenarnya telah memiliki pengalaman menghadapi El Nino, termasuk melalui program pompanisasi, irigasi hemat air, serta pengembangan varietas tahan kekeringan. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada kemampuan adaptasi petani.
Dalam konteks kebijakan, Bayu mendorong penguatan sistem peringatan dini oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika hingga tingkat desa. Selain itu, inovasi teknologi pertanian perlu terus dikembangkan oleh perguruan tinggi.
“Pemerintah melalui BMKG perlu memberikan early warning yang akurat hingga level desa, sementara perguruan tinggi harus terus didorong untuk menghasilkan inovasi varietas tahan kekeringan supaya dampak El Nino bisa ditekan,” pungkasnya.
(H-3)
PEMERINTAH memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi fenomena El Nino yang diperkirakan mulai terjadi pada Mei 2026.
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mempercepat langkah mitigasi menghadapi potensi El Nino melalui implementasi lima strategi utama di lapangan.
SEBANYAK 815 desa di 26 Kecamatan di Jawa Timur berpotensi mengalami kekeringan akibat kemarau panjang tahun ini yang diprediksi menghalami Godzilla El Nino.
Bupati juga meminta agar irigasi yang rusak segera diperbaiki serta bendung yang ada difungsikan secara optimal guna memastikan pasokan air tetap mengalir ke lahan pertanian.
PTPN IV PalmCo menetapkan status siaga dalam menghadapi potensi musim kemarau tahun ini, seiring prediksi kemungkinan munculnya fenomena El Nino.
Banjir di Grobogan merendam 1.842 hektare sawah dan berdampak pada 9.736 keluarga. Pemprov Jateng upayakan klaim asuransi tani (AUTP) bagi petani gagal panen.
Sebagian besar warga yang membuka lahan pertanian di sekitar area longsor mengalami gagal panen akibat akses jalan menuju kebun tertutup material longsor.
CUACA ekstrem akhir-akhir ini memicu curah hujan tinggi yang meningkatkan potensi gagal panen. Pemerintah setempat mulai ancang-ancang mengantisipasi potensi tersebut.
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa seluas 4.000 hektare sawah terdampak puso akibat bencana di Pulau Sumatra.
RATUSAN hektare area persawahan di Desa Fajar Indah, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Bangka Belitung, kembali terendam banjir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved