Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

815 Desa di Jawa Timur Berpotensi Terancam Kekeringan akibat Kemarau Panjang

Faishol Taselan
02/4/2026 21:16
815 Desa di Jawa Timur Berpotensi Terancam Kekeringan akibat Kemarau Panjang
Ilustrasi(Antara)

SEBANYAK 815 desa di 26 Kecamatan di Jawa Timur berpotensi mengalami kekeringan akibat kemarau panjang tahun ini yang diprediksi menghalami Godzilla El Nino. Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Jatim meminta agar pemerintah kabupaten dan kota melakukan antisipasi sedini mungkin.

410 Ribu KK Berpotensi Terdampak Kekeringan

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim Gatot Soebroto di Surabaya, Kamis (2/4) mengatakan, BPBD Jatim sudah melakukan pemetaan dan hasilnya sesuai dengan prakiraan BMKG di wilayah Jatim, fenomena kekeringan diprediksi melanda 26 kabupaten/kota serta 222 kecamatan dan 815 desa. 

Dari total wilayah tersebut, jumlah masyarakat yang berpotensi terdampak kekeringan mencapai 410.514 kepala keluarga (KK). Angka itu menunjukkan perlunya mitigasi serius untuk meminimalisir dampak krisis air bersih di musim kemarau mendatang.

“Daerah yang tercatat memiliki potensi dampak cukup besar adalah Kabupaten Sampang, yakni mencapai 109.446 KK yang tersebar di 14 kecamatan dan 99 desa,” katanya.

Disusul Kabupaten Pamekasan dengan 63.171 KK di 11 kecamatan dan 76 desa. Serta Kabupaten Bojonegoro dan Bangkalan juga masuk dalam kategori daerah dengan potensi tinggi.

“Bojonegoro tercatat memiliki 36.585 KK terdampak di 11 kecamatan dan 89 desa, sedangkan Bangkalan mencapai 36.950 KK di 10 kecamatan dan 59 desa,” ujar Gatot.

Gatot mengatakan, sebagai upaya mitigasi jangka pendek pihaknya akan tetap melakukan droping air bersih hingga pembagian tandon ke wilayah terdampak.

Potensi Karhutla

Selain itu, potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat kemarau juga menjadi perhatian khusus bagi Pemprov Jatim. Sementara untuk rencana mitigasi jangka menengah dan panjang, BPBD Jatim akan berkoordinasi secara teknis dengan OPD seperti Dinas PU Sumber Daya Air dan Dinas Kehutanan Provinsi Jatim.

“Kami di BPBD masih sifatnya giat jangka pendek saat bencana terjadi, tetap melakukan droping air, pembagian jerigen, tandon dan melaksanakan pemadaman dengan seluruh pemangku bila terjadi kebakaran lahan,” jelasnya.

Tuban Mulai Alami Kekeringan

Gatot menyebut saat ini Kabupaten Tuban sudah dilanda kekeringan lebih awal. Droping air bersih telah dilakukan BPBD setempat untuk menjamin kebutuhan masyarakat.

“Saat ini masih dilakukan oleh BPBD kabupaten apabila membutuhkan dropping seperti yang terjadi di Tuban,” jelasnya. (FL/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya