Headline

Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.

Jejak Panjang Kehidupan, Evolusi dari Kacamata Darwin hingga Perspektif Islam

Asha Bening Rembulan
23/3/2026 15:05
Jejak Panjang Kehidupan, Evolusi dari Kacamata Darwin hingga Perspektif Islam
Ilustrasi(BBC)

DENGAN mengukur unsur-unsur radioaktif dalam batuan dari Bumi dan bagian lain dari tata surya, para ilmuwan dapat mengembangkan garis waktu dari usia Bumi.

Para ilmuwan mengatakan Bumi berusia 4,54 miliar tahun dan dalam kurun waktu tersebut, Bumi telah menyaksikan benua terbentuk dan menghilang, lapisan es meluas dan menyusut, serta kehidupan berevolusi dari organisme bersel tunggal menjadi paus biru.

Teori Evolusi Darwin

Teori Evolusi melalui seleksi alam pertama kali dirumuskan Charles Darwin melalui bukunya “On the Origin of Species” pada 1859. Dalam bukunya, Darwin menjelaskan organisme berevolusi dari generasi ke generasi melalui pewarisan sifat fisik atau perilaku. Teori ini berangkat dari premis bahwa dalam suatu populasi terdapat variasi sifat, seperti bentuk paruh pada burung finch Galapagos yang dipelajari Darwin.

Darwin menggunakan istilah “seleksi alam” yang mana lingkungan akan melakukan seleksi dan bukan manusia. Seleksi alam dapat mengubah suatu spesies dalam cara-cara kecil dan menyebabkan populasi berubah warna atau ukuran selama beberapa generasi.

Jika diberi cukup waktu dan akumulasi perubahan, seleksi alam dapat menciptakan spesies yang sepenuhnya baru atau disebut dengan makroevolusi. Proses jangka panjang inilah yang mengubah dinosaurus menjadi burung, mamalia amfibi menjadi paus, dan nenek moyang kera menjadi manusia, simpanse, dan gorila.

Teori Evolusi Lamarck

Selain Darwin, ahli biologi Prancis Jean-Baptiste Lamarck mengusulkan suatu organisme dapat mewariskan sifat-sifat kepada keturunannya. Hampir sama seperti Darwin, Lamarck percaya organisme beradaptasi dengan lingkungannya dan mewariskan adaptasi tersebut.

Lamarck berpendapat organisme melakukan adaptasi tersebut dengan mengubah perilaku mereka sehingga tubuh mereka yang telah beradaptasi tersebut diwariskan kepada keturunan.

Misalnya, Lamarck percaya jerapah mulanya berleher pendek, tetapi seiring pohon-pohon di sekitar jerapah tumbuh tinggi, mereka pun meregangkan leher untuk mencapai daun-daun tersebut dan keturunan mereka secara bertahap berevolusi memiliki leher yang semakin panjang.

Pandangan Agama terhadap Teori Evolusi

Dari perkembangan teori evolusi tersebut, banyak penganut agama yang menanggapinya dengan marah. Beberapa menilai bahwa teori evolusi bertentangan dengan ajaran agama yang menyatakan Tuhan menciptakan Bumi dan semua makhluk hidup. 

Misalnya, beberapa umat Kristiani percaya bahwa Alkitab mengatakan bahwa manusia diciptakan pada hari keenam penciptaan bukan selama jutaan tahun. Namun, sebagian umat percaya bahwa tujuh hari penciptaan yang diuraikan dalam Alkitab merujuk pada tujuh periode waktu yang panjang.

Umat Kristiani yang menganggap teori evolusi dapat diterima karena Tuhan mengawasi proses alam ini dan Tuhan yang menciptakan alam beserta segala sesuatu yang lain.

Mereka percaya segala sesuatu direncanakan dan dirancang Tuhan. Setiap perubahan yang terjadi adalah karya langsung Tuhan dalam penciptaan.

Bagi para penganut Hinduisme, sebagian dari mereka tidak setuju dengan teori evolusi karena mereka percaya bahwa Dewa Wisnu yang berperan dalam evolusi alih-alih membiarkannya terjadi. Hal ini bertentangan dengan kisah penciptaan dalam Hindu.

Namun, banyak umat Hindu yang tidak mempermasalahkan teori evolusi karena percaya bahwa Brahman menciptakan kehidupan di Bumi dan Dewa Wisnu yang melestarikannya. Evolusi dipandang sebagai salah satu cara melestarikannya.

Sementara itu, dalam Islam, sebagian umat Islam juga kesulitan menerima gagasan manusia tunduk pada hukum seleksi alam seperti spesies lainnya. Al-Quran mengajarkan manusia memiliki peran khusu dan pengawasan dalam penciptaan.

Sebagian umat Islam lainnya memandang evolusi sebagai cara Allah SWT menciptakan kehidupan. Mereka percaya bahwa Allah menciptakan lingkungan yang mendorong evolusi dan mengawasi proses alamiah tempat para spesies berevolusi. (Live Science/BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya