Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGAIMANA kehidupan di Bumi berkembang dari organisme mikroskopis menjadi keragaman makhluk yang kita kenal saat ini?
Penelitian terbaru dari lapisan fosil di Grand Canyon mengungkapkan wawasan baru yang berpotensi mengubah pemahaman kita tentang teori evolusi.
Fosil yang ditemukan di lapisan Tonto Group di Grand Canyon membawa kita kembali ke salah satu momen paling transformatif dalam sejarah planet ini: Ledakan Kambrium.
Periode sekitar 541 juta tahun lalu ini menandai lonjakan luar biasa dalam keragaman kehidupan, di mana makhluk bersel tunggal sederhana berevolusi menjadi organisme kompleks dengan struktur tubuh baru, termasuk nenek moyang hewan modern.
Sebelum Ledakan Kambrium, kehidupan di Bumi didominasi oleh mikroorganisme. Namun, dalam waktu geologis yang relatif singkat, lautan mulai dipenuhi oleh berbagai makhluk yang menakjubkan.
Trilobita, nenek moyang ikan, dan hewan bercangkang keras lainnya tiba-tiba muncul dalam catatan fosil. Fenomena ini, yang sering digambarkan sebagai "tombol cepat" evolusi, tetap menjadi misteri besar bagi para ilmuwan.
Tim dari Universitas New Mexico (UNM), yang dipimpin oleh Carol Dehler dan Fred Sundberg, menemukan bahwa lapisan sedimen Tonto Group mengungkapkan detail baru tentang perubahan lingkungan selama Ledakan Kambrium.
“Lapisan ini mencatat kenaikan permukaan laut yang signifikan, memungkinkan kehidupan laut menyebar ke wilayah daratan, menciptakan lingkungan baru yang mendorong diversifikasi hewan secara cepat,” kata Dehler.
Model klasik yang dikembangkan oleh Eddy McKee sekitar 50 tahun lalu menggambarkan transisi lingkungan yang bertahap selama periode ini. (Z-10)
Tiga rahang, termasuk satu milik anak-anak, gigi, tulang belakang, dan tulang paha ditemukan di sebuah gua yang dikenal sebagai Grotte à Hominidés di Thomas Quarry di Casablanca, Maroko
Jurnal Nature, mengungkap temuan fosil manusia purba berusia sekitar 770 ribu tahun di Grotte à Hominidés, sebuah gua di wilayah barat daya Casablanca, Maroko.
Penemuan ini merupakan buah dari penantian panjang. Pada tahun 2009, para ilmuwan menemukan fosil kaki berusia 3,4 juta tahun dengan struktur jari yang dirancang untuk memanjat pohon.
Fosil legendaris Homo erectus atau yang dikenal luas sebagai Java Man kini telah resmi dipamerkan untuk publik di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.
Indonesia berhasil memulangkan lebih dari 28 ribu koleksi fosil yang sebelumnya dibawa keluar negeri pada masa awal penelitian arkeologi dilakukan.
Meski demikian, struktur pergelangan dan telapak tangannya masih mirip gorila, sehingga genggamannya kuat tetapi belum sepresisi manusia awal seperti Homo habilis.
Pelajari Teori Evolusi: mengungkap misteri perubahan kehidupan dari masa ke masa. Temukan bukti ilmiah, mekanisme adaptasi, dan dampaknya pada keanekaragaman hayati bumi.
Sebelum nama Charles Darwin dikenal luas sebagai tokoh utama dalam teori evolusi, gagasan tentang perubahan spesies seiring waktu sudah mulai muncul sejak abad ke-18.
Evolusi adalah proses perubahan bertahap yang terjadi pada makhluk hidup sepanjang waktu.
Teori Evolusi yang dirumuskan oleh Charles Darwin merupakan salah satu gagasan ilmiah paling berpengaruh dan terkenal dalam sejarah sains.
Film sering menjadi jendela bagi penonton untuk memahami berbagai konsep pengetahuan, termasuk teori evolusi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved