Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras yang melanda wilayah selatan Rio Grande do Sul, Brasil, memunculkan temuan yang mengejutkan yakni, fosil dinosaurus yang diyakini sebagai fosil tertua yang pernah ditemukan.
Penemuan langka ini membuka jendela baru bagi para ilmuwan untuk memahami kehidupan purba yang terkubur selama jutaan tahun lamanya.
Penelitian ini dilakukan oleh tim penggalian arkeologi yang dipimpin oleh ahli paleontologi Rodrigo Temp Muller dari Federal University of Santa Maria. Fosil yang mereka temukan berada dalam kondisi yang hampir utuh.
Spesimen tersebut diduga merupakan salah satu dinosaurus tertua di dunia dengan perkiraan usia mencapai 233 juta tahun yang lalu.
Kerangka ini ditemukan di dekat sebuah waduk di Kota Sao Joao do Polesine, yang terletak di negara bagian Rio Grande do Sul, Brasil.
Anggota tim menghabiskan empat hari untuk melakukan penggalian secara intensif untuk mengangkat balok batu yang menyimpan seluruh kerangka dinosaurus.
Balok tersebut kemudian dibawa ke laboratorium untuk dianalisis lebih lanjut. Dari fosil itu, diperkirakan dinosaurus tersebut memiliki panjang 2,5 meter.
Pada awalnya, hanya terlihat beberapa tulang yang terpisah, namun setelah melakukan proses penggalian dan pembersihan material di sekitarnya, terungkap bahwa fosil tersebut ternyata hampir merupakan kerangka utuh.
Para peneliti di Brasil memperkirakan dinosaurus ini berasal dari keluarga Herrerasauridae, yakni sekelompok karnivora theropoda awal yang hidup pada periode Trias.
Fosil yang ditemukan memiliki tingkat pelestarian yang sangat baik dan berpotensi menjadi kerangka Herrerasauridae terlengkap kedua yang pernah ditemukan.
Herrerasauridae merupakan salah satu kelompok dinosaurus paling awal yang diketahui, mendominasi wilayah yang sekarang mencakup Brasil dan Argentina. Mereka berperan sebagai predator puncak di ekosistemnya sebelum akhirnya punah menjelang akhir periode Trias.
Ini bukan pertama kalinya tim Muller menemukan fosil dinosaurus yang menarik di kawasan tersebut. Pada 2019, mereka juga mengumumkan penemuan seekor dinosaurus karnivora lain yang berasal dari periode Trias.
Fosil yang ditemukan di dekat Santa Maria, Rio Grande do Sul, diberi nama Gnathovorax cabreirai. Spesies ini juga termasuk ke dalam keluarga Herrerasauride dan hidup pada periode yang hampir sama dengan temuan terbaru, yakni sekitar 233 juta tahun yang lalu.
Penemuan ini berpotensi memberikan wawasan penting tentang evolusi predator awal periode Trias menuju theropoda terkenal seperti Tyrannosaurus rex, yang baru muncul puluhan juta tahun setelah G. Cabreirai dan spesimen terbaru ini. (ntvnews.id/Z-1)
Tiga rahang, termasuk satu milik anak-anak, gigi, tulang belakang, dan tulang paha ditemukan di sebuah gua yang dikenal sebagai Grotte à Hominidés di Thomas Quarry di Casablanca, Maroko
Jurnal Nature, mengungkap temuan fosil manusia purba berusia sekitar 770 ribu tahun di Grotte à Hominidés, sebuah gua di wilayah barat daya Casablanca, Maroko.
Penemuan ini merupakan buah dari penantian panjang. Pada tahun 2009, para ilmuwan menemukan fosil kaki berusia 3,4 juta tahun dengan struktur jari yang dirancang untuk memanjat pohon.
Fosil legendaris Homo erectus atau yang dikenal luas sebagai Java Man kini telah resmi dipamerkan untuk publik di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.
Indonesia berhasil memulangkan lebih dari 28 ribu koleksi fosil yang sebelumnya dibawa keluar negeri pada masa awal penelitian arkeologi dilakukan.
Meski demikian, struktur pergelangan dan telapak tangannya masih mirip gorila, sehingga genggamannya kuat tetapi belum sepresisi manusia awal seperti Homo habilis.
Studi terbaru mengungkap bayi sauropoda yang tak berdaya adalah sumber energi utama bagi predator seperti Allosaurus.
Ilmuwan temukan situs fosil K2 di Cekungan Hateg, Rumania. Berisi ribuan tulang dinosaurus langka yang terjebak banjir purba 72 juta tahun lalu.
Sepanjang tahun 2025 sejauh ini, telah ditemukan 44 spesies dinosaurus baru hampir satu penemuan setiap pekan.
Peneliti menemukan cangkang telur dinosaurus dapat berfungsi sebagai jam waktu alami untuk menentukan usia fosil dengan presisi tinggi.
Mereka kemudian mengikuti jejak ini ke atas untuk menemukan sumber aslinya yaitu tulang, kerangka, atau seluruh lapisan tulang. Proses ini lambat dan melelahkan, serta sangat bergantung
Peneliti di Alberta, Kanada, menemukan lichen oranye tumbuh di atas tulang fosil dinosaurus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved