Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

BMKG dan BRIN Prediksi Idulfitri 2026 Jatuh pada 21 Maret, Berikut Alasan Ilmiahnya!

 Gana Buana
18/3/2026 22:17
BMKG dan BRIN Prediksi Idulfitri 2026 Jatuh pada 21 Maret, Berikut Alasan Ilmiahnya!
BMKG dan BRIN Prediksi Idulfitri 2026 Jatuh pada 21 Maret.(Antara)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merilis prediksi terkait penetapan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Berdasarkan data astronomis, 1 Syawal 1447 H berpotensi besar jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Peneliti Senior BRIN, Thomas Djamaluddin, menyatakan bahwa posisi bulan pada Kamis, 19 Maret 2026, saat matahari terbenam belum memenuhi kriteria visibilitas (ketampakan) hilal yang disepakati oleh negara-negara MABIMS.

Analisis Data Hilal BMKG

Berdasarkan laporan prakiraan hilal BMKG, pada saat Magrib 19 Maret 2026, tinggi hilal di wilayah Indonesia masih sangat rendah. Di Merauke, Papua, tinggi hilal tercatat hanya 0,91 derajat, sementara posisi tertinggi di Sabang, Aceh, mencapai 3,13 derajat.

Namun, parameter penting lainnya yakni elongasi (jarak sudut bulan-matahari) terpantau hanya berada di rentang 4,54 hingga 6,1 derajat. Angka ini masih berada di bawah syarat minimal kriteria MABIMS yang menetapkan elongasi minimal 6,4 derajat.

Perbandingan Data vs Syarat MABIMS

Parameter Analisis BMKG (19 Maret) Syarat MABIMS
Tinggi Hilal 0,91° s.d 3,13° Minimal 3,0°
Elongasi 4,54° s.d 6,1° Minimal 6,4°

Potensi Lebaran Berbeda

Kondisi ini membuka peluang terjadinya perbedaan tanggal perayaan Idulfitri di Indonesia. Muhammadiyah melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) telah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Perbedaan ini disebabkan oleh penggunaan kriteria yang berbeda. Muhammadiyah menggunakan metode hisab yang tidak mensyaratkan visibilitas hilal secara fisik di wilayah Indonesia, asalkan syarat global telah terpenuhi.

BMKG juga mengingatkan para perukyat di lapangan untuk waspada terhadap objek astronomi lain seperti planet terang yang posisinya berdekatan dengan hilal, karena dapat menyebabkan salah identifikasi.

Keputusan final pemerintah akan ditetapkan melalui Sidang Isbat yang digelar Kementerian Agama pada 19 Maret 2026 mendatang setelah mengumpulkan laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai titik di seluruh Indonesia. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik