Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Suhu Panas Jabodetabek Maret 2026 Sampai Kapan? Ini Jadwal Puncak dan Prediksi BMKG

mediaindonesia.com
17/3/2026 14:09
Suhu Panas Jabodetabek Maret 2026 Sampai Kapan? Ini Jadwal Puncak dan Prediksi BMKG
Ilustrasi(Antara)

Sampai Kapan Suhu Panas Jabodetabek Berlangsung? Ini Estimasi dan Jadwalnya

Keluhan mengenai udara yang menyengat di wilayah Jakarta dan sekitarnya terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. Dengan suhu yang menyentuh angka 35,6 derajat Celsius pada pertengahan Maret 2026, banyak warga mulai bertanya-tanya mengenai durasi fenomena ini.

BMKG mengidentifikasi tiga faktor utama yang memicu lonjakan suhu ini:

  1. Gerak Semu Matahari: Pada pertengahan Maret, posisi matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa (ekuinoaks), menyebabkan intensitas radiasi matahari diterima secara optimal oleh permukaan bumi di wilayah Indonesia.
  2. Minimnya Tutupan Awan: Berkurangnya awan di siang hari membuat sinar ultraviolet langsung mencapai permukaan bumi tanpa penghalang, sehingga panas terasa lebih "menggigit" kulit.
  3. Dinamika Atmosfer (MJO): Fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang membawa massa udara basah terpantau menjauhi wilayah Indonesia bagian barat dan tengah, menyebabkan potensi pertumbuhan awan hujan berkurang drastis di wilayah tersebut.

Estimasi Durasi Panas Ekstrem Maret 2026

Berdasarkan pola klimatologi dan posisi astronomis matahari, periode udara sangat terik di bulan Maret biasanya berkaitan erat dengan fenomena Ekuinoks. Fenomena ini umumnya berlangsung selama 7 hingga 14 hari di sekitar tanggal puncaknya.

Untuk tahun 2026, puncak ekuinoks jatuh pada tanggal 20 Maret. Berdasarkan data tersebut, berikut adalah estimasi durasi panas yang perlu diwaspadai:

  • Fase Puncak: 15 Maret hingga 25 Maret 2026 (Suhu maksimal bisa mencapai 35-36°C).
  • Fase Pelandaian: 26 Maret hingga akhir Maret 2026 (Suhu mulai stabil namun udara masih terasa gerah).
  • Fase Normal: Minggu pertama April 2026 (Intensitas hujan pancaroba mulai meningkat, membantu mendinginkan suhu permukaan).

Catatan BMKG

Meskipun suhu udara diprediksi melandai di awal April, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem lainnya seperti angin kencang dan hujan lebat durasi singkat yang lazim terjadi di masa pancaroba.

Faktor yang Menentukan Berakhirnya Udara Terik

Ada beberapa faktor meteorologis yang akan mengakhiri periode panas ini:

1. Pergeseran Posisi Matahari

Panas akan berkurang secara perlahan saat matahari bergerak meninggalkan garis khatulistiwa menuju belahan bumi utara. Hal ini akan mengurangi intensitas radiasi langsung yang diterima wilayah Jabodetabek.

2. Pembentukan Awan Hujan

Hadirnya massa udara lembap yang memicu pertumbuhan awan akan berfungsi sebagai "payung alami" yang menghalangi sinar ultraviolet (UV) langsung ke permukaan bumi.

Periode Kondisi Cuaca yang Diharapkan
15 - 20 Maret 2026 Puncak panas terik, langit sangat cerah tanpa awan.
21 - 27 Maret 2026 Udara masih panas, potensi awan mendung mulai muncul di sore hari.
April 2026 Memasuki fase akhir pancaroba, suhu lebih sejuk karena peningkatan curah hujan.

Tips Menghadapi Cuaca Ekstrem:

  • Jaga Hidrasi: Pastikan asupan air putih cukup saat sahur dan berbuka bagi yang berpuasa.
  • Gunakan Pelindung: Gunakan sunscreen, topi, atau payung jika harus beraktivitas di luar ruangan antara pukul 10.00 hingga 15.00 WIB.
  • Waspada Pancaroba: Selalu siapkan payung atau jas hujan karena cuaca bisa berubah drastis dari panas terik menjadi hujan lebat dalam waktu singkat.

Kesimpulan

Suhu panas ekstrem di Jabodetabek diperkirakan masih akan bertahan hingga akhir Maret 2026 seiring dengan siklus ekuinoks. Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kondisi tubuh dengan mencukupi asupan cairan dan menghindari paparan matahari langsung dalam durasi lama hingga memasuki bulan April mendatang.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya