Headline

Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.

Pengertian Zakat Fitri: Makna, Keutamaan, dan Penyucian Jiwa

Media Indonesia
16/3/2026 09:36
Pengertian Zakat Fitri: Makna, Keutamaan, dan Penyucian Jiwa
Ilustrasi.(Freepik)

ZAKAT fitri berasal dari  dua suku kata yaitu zakat dan fitri. Dalam ilmu nahwu atau gramatikal Arab, susunan dua kata ini adalah susunan idhafiyyah dari mudhaf dan mudhaf ilaih.

Dalam buku Fiqih Seputar Zakat Fitri karya Hanif Luthfi Lc MA dijelaskan lebih jauh bahwa kata fithr (فطر) bermakna membelah, muncul, menciptakan. Kata fithr kebalikan dari shaum. 

Bisa pula menjadi ifthar (إفطار) yang bermakna makan. Ini karena makan membatalkan puasa. 

Sedangkan kata fathur (فطور), adalah makanan yang dimakan. Bisa juga diartikan sebagai sarapan pagi, karena jika orang sarapan pagi, puasanya batal. 

Dalam istilah ilmu fikih, zakat al-fithr didefinisikan sebagai, "Sedekah yang diwajibkan berkenaan dengan berbuka dari Ramadan." 

Zakat fitri berbeda dengan zakat yang lain. Zakat ini disebut dengan fithr karena intinya adalah memberi makanan kepada para orang yang berhak. 

Apakah keutamaan dari zakat fitri? 

Keutamaan dari zakat fitri bisa dilihat dari dua sisi yaitu orang yang menunaikan dan pihak yang diberi. Bagi orang yang menunaikannya, zakat fitri bisa sebagai pembersih orang yang berpuasa dari amalan yang sia-sia selama Ramadan. Bagi penerimanya, yaitu orang miskin tentu bisa sedikit melonggarkan beban hidupnya. 

Dalam hadits hasan riwayat Imam Abu Daud disebutkan dari Ibnu Abbas radhiyallahuanhu berkata bahwa Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitri untuk menyucikan orang yang berpuasa dari kata-kata yang sia-sia dan jorok serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin. (HR Abu Dawud).

Dari hadis itu bisa disimpulkan bahwa zakat fitri sebagai penyuci dari orang-orang yang telah berpuasa dari perbuatan yang sia-sia dan jorok. Selain itu, zakat fitru sebagai sarana untuk saling tolong menolong, khususnya bagi orang miskin agar mereka mendapatkan makanan yang layak. 

Baca juga: Seruan Bilal saat Salat Id dan Dalilnya

Dalam hadits lain disebutkan dari Ibnu Umar bahwa Nabi bersabda, "Buatlah mereka (orang miskin) berkecukupan di hari ini. (HR Ad-Daraquthni). Dalam redaksi lain disebutkan, "Buatlah mereka berkecukupan sampai tak perlu berkeliling meminta sedekah di hari ini. (HR Baihaqi). 

Orang miskin yang biasanya setiap hari meminta-minta, di Hari Raya Idul Fitri ini bisa libur dari berjalan dalam rangka meminta makanan. Soalnya, di rumah mereka sudah tersedia bahan makanan yang cukup untuk dirinya dan keluarganya. 

Baca juga: Niat Mengeluarkan Zakat Fitrah dan Doa bagi Pemberi Zakat

Benarkah zakat fitri menyucikan jiwa?

Zakat ini dinamakan al-fithr (زكاة الفطر) mengacu kepada kata fithr (فطر) berarti menciptakan, kadang bermakna merusak atau merobek sesuatu. 

Kata fithr ini bila dibentuk menjadi kata lain, bisa menjadi ifthar (إفطار), yang bermakna makan untuk berbuka puasa. Dan bisa diubah menjadi kata fathur (فطور) yang berarti sarapan pagi. Sarapan pagi juga merusak puasa. Dalam bahasa Inggris, sarapan disebut dengan breakfast, merusak puasa. 

Baca juga: Doa Menerima Zakat Fitrah Arab, Latin, dan Arti

Dinamakan zakat fithr karena terkait dengan bentuk harta yang diberikan kepada mustahiknya, yaitu berupa makanan. Selain itu zakat ini dinamakan fithr juga karena terkait dengan hari lebaran yang bernama fithr. 

Kita di Indonesia sering menyebutnya dengan Idul Fithr yang berarti hari raya fithr. Pada hari raya Idul Fithr itu kita diharamkan berpuasa, sebaliknya wajib berbuka atau memakan makanan. Oleh karena itulah hari raya itu disebut dengan hari Idul Fithr. Arti secara bahasanya ialah hari raya makan-makan. 

Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti

Meskipun dalam hadis yang berstatus hasan dari riwayat Imam Abu Daud disebutkan dari Ibnu Abbas radhiyallahuanhu berkata bahwa Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitri untuk menyucikan orang yang berpuasa dari kata-kata yang sia-sia dan jorok serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin. (HR Abu Dawud). 

Dari hadis itu bisa diketahui bahwa zakat fitri bisa sebagai penyuci orang-orang yang berpuasa dari perbuatan yang sia-sia dan jorok. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya