Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Cuaca Sebagian Wilayah Indonesia Dipengaruhi Monsun Asia di Awal Ramadan, Ini Dampaknya

Putri Anisa Yuliani
18/2/2026 21:59
Cuaca Sebagian Wilayah Indonesia Dipengaruhi Monsun Asia di Awal Ramadan, Ini Dampaknya
Ilustrasi(Antara)

Memasuki awal Ramadan pada Maret 2026, sebagian besar wilayah Indonesia disambut dengan curah hujan yang tinggi. Fenomena ini bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil dari mekanisme alam raksasa yang dikenal sebagai Monsun Asia. Bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, memahami dinamika atmosfer ini menjadi penting untuk menjaga kesehatan dan kelancaran aktivitas.

Apa Itu Monsun Asia?

Monsun Asia, atau sering disebut sebagai Monsun Barat, adalah sirkulasi angin periodik yang bertiup dari benua Asia menuju Australia. Fenomena ini terjadi ketika posisi semu matahari berada di belahan bumi selatan, menyebabkan tekanan udara di daratan Asia menjadi lebih tinggi dibandingkan Australia.

Angin yang bergerak dari Asia melewati Samudra Pasifik dan Laut Tiongkok Selatan ini membawa massa uap air dalam jumlah besar. Saat melewati garis khatulistiwa dan masuk ke wilayah Indonesia, uap air tersebut berkondensasi menjadi awan-awan hujan (Cumulonimbus), yang kemudian tumpah sebagai hujan lebat di berbagai wilayah Nusantara.

Mengapa Awal Puasa 2026 Terasa Lebih Basah?

Pada Maret 2026, posisi matahari berada di dekat ekuator (peristiwa Ekuinoks). Kondisi ini menciptakan pemanasan maksimal di wilayah Indonesia, yang memicu konveksi atau penguapan kuat secara lokal. Ketika tarikan angin Monsun Asia yang masih aktif bertemu dengan pemanasan lokal ini, intensitas hujan pun meningkat secara signifikan.

Selain faktor monsun, interaksi dengan fenomena regional seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) seringkali memperkuat pertumbuhan awan hujan, sehingga durasi hujan menjadi lebih lama dan merata di beberapa pulau besar seperti Jawa, Sumatra, dan Kalimantan.

Informasi Penting: Monsun Asia biasanya mencapai puncaknya pada bulan Desember hingga Februari, namun pengaruhnya seringkali masih sangat kuat hingga bulan Maret, bertepatan dengan momen awal Ramadan 2026.

Dampak Monsun Asia bagi Masyarakat

1. Kesehatan Selama Berpuasa

Perubahan suhu yang mendadak serta kelembapan tinggi dapat memengaruhi kondisi fisik. Masyarakat dihimbau untuk mewaspadai penyakit musiman seperti influenza dan gangguan pencernaan yang sering muncul saat cuaca lembap.

2. Kelancaran Transportasi

Hujan lebat yang sering terjadi pada sore hari berpotensi mengganggu arus lalu lintas, terutama saat masyarakat sedang dalam perjalanan pulang untuk berbuka puasa. Risiko genangan air dan jarak pandang yang terbatas menjadi tantangan utama bagi pengendara.

3. Ketahanan Pangan

Curah hujan yang stabil sangat mendukung sektor pertanian, namun jika intensitasnya berlebihan, risiko banjir di lahan pertanian dapat mengganggu pasokan komoditas pangan di pasar, yang biasanya mengalami peningkatan permintaan selama Ramadan.

Tips Menghadapi Cuaca Ekstrem di Bulan Ramadan

  • Cek Prakiraan Cuaca: Selalu pantau informasi terkini dari BMKG sebelum merencanakan agenda buka puasa bersama di luar ruangan.
  • Jaga Hidrasi: Meskipun cuaca dingin karena hujan, pastikan kebutuhan cairan terpenuhi dengan minum air putih yang cukup saat sahur dan berbuka.
  • Sedia Perlengkapan Hujan: Selalu bawa payung atau jas hujan berkualitas untuk menghindari risiko jatuh sakit akibat kehujanan.
  • Konsumsi Vitamin: Tambahkan asupan suplemen atau buah-buahan tinggi vitamin C untuk menjaga imunitas tubuh tetap prima.

Pertanyaan Umum Seputar Monsun Asia

Apakah Monsun Asia sama dengan musim hujan?
Monsun Asia adalah penggerak utama musim hujan di Indonesia bagian barat dan tengah. Jadi, aktifnya Monsun Asia menandakan wilayah tersebut sedang berada dalam periode musim hujan.

Sampai kapan fenomena ini berlangsung?
Secara klimatologis, Monsun Asia akan mulai melemah seiring pergerakan matahari ke belahan bumi utara, biasanya pada akhir Maret atau April, yang kemudian menandai masa transisi atau pancaroba.

Untuk pembaruan berita terkini mengenai kondisi cuaca di wilayah Anda, tetap ikuti laporan Running News di Media Indonesia. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya