Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca yang diprediksi melanda sebagian besar wilayah Indonesia pada Rabu, 14 Januari 2026. Masyarakat diimbau meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di 10 provinsi yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat akibat adanya aktivitas bibit siklon dan daerah tekanan rendah.
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, BMKG menyoroti 10 wilayah yang masuk dalam kategori waspada tinggi. Wilayah tersebut meliputi Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Timur, dan Maluku Utara.
"Perlu ditingkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah-wilayah tersebut," ujar prakirawan BMKG Yuyun dalam laporan resminya, Selasa (13/1).
Potensi cuaca ekstrem ini dipicu oleh kemunculan Bibit Siklon Tropis 91W yang terpantau di Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya. Bibit ini memiliki kecepatan angin maksimum 15 knot dengan tekanan udara minimum 1004 hPa yang bergerak ke arah barat laut.
Meski dalam 24 jam ke depan potensinya menjadi siklon tropis masih tergolong rendah, dampaknya terhadap pertumbuhan awan hujan sangat signifikan di sepanjang area lintasannya.
Selain itu, BMKG mendeteksi adanya daerah tekanan rendah di Samudra Hindia selatan Bali yang membentuk zona konvergensi dan konflensi dari perairan selatan Jawa hingga NTB. Sirkulasi siklonik juga terpantau di perairan barat Aceh dan utara Papua Nugini, yang memperkuat akumulasi massa udara basah mulai dari Sumatra Utara hingga pesisir timur Papua.
Secara lebih spesifik, BMKG merinci bahwa kondisi atmosfer ini akan memengaruhi cuaca di kota-kota besar di seluruh Indonesia secara bervariasi. Untuk wilayah bagian barat Indonesia, kewaspadaan tinggi diperlukan di Bandar Lampung dan Pangkal Pinang yang berpotensi dilanda hujan petir, sementara Yogyakarta dan Tanjung Selor diprediksi mengalami hujan sedang.
Adapun wilayah Pekanbaru, Bengkulu, Tanjung Pinang, Palangkaraya, Samarinda, hingga sebagian besar Pulau Jawa berpotensi mengalami hujan ringan, dengan wilayah Sumatra lainnya cenderung berawan tebal.
Bergeser ke wilayah bagian timur, masyarakat di Kupang diminta mewaspadai potensi hujan petir yang cukup kuat. Intensitas hujan sedang diperkirakan akan membasahi Ternate, Jayapura, Jayawijaya, hingga Merauke.
Sementara itu, wilayah Mataram dan sebagian besar Sulawesi, termasuk Sorong dan Manokwari, diprediksi mengalami hujan ringan. Untuk kota-kota seperti Denpasar, Ambon, Manado, Makassar, dan Nabire, cuaca diperkirakan akan didominasi oleh kondisi berawan hingga berawan tebal.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi guna mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor yang mungkin timbul akibat curah hujan tinggi tersebut. (E-4)
BMKG menjelaskan, teknik penyemaian awan dalam OMC tidak menciptakan awan baru, melainkan hanya memicu proses alami pada awan yang sudah jenuh.
Prakiraan cuaca Jabodetabek Rabu (28/1/2026). BMKG rilis peringatan dini hujan lebat disertai petir di Jakarta Selatan, Depok, dan Tangerang.
BMKG menyebutkan, sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami cuaca berawan hingga berawan tebal pada hari ini.
Kejadian cuaca ekstrem tersebut diakibatkan oleh kombinasi beberapa faktor, utamanya faktor regional yaitu keberadaan sirkulasi siklonik dan penguatan monsun dingin Asia.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) agar mewaspadai potensi puncak musim hujan pada Dasarian II Januari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved