Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Prakiraan Cuaca BMKG: NTB Diminta Waspada Puncak Musim Hujan Dasarian II Januari

Media Indonesia
13/1/2026 06:00
Prakiraan Cuaca BMKG: NTB Diminta Waspada Puncak Musim Hujan Dasarian II Januari
Ilustrasi(Antara)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) agar mewaspadai potensi puncak musim hujan pada Dasarian II Januari 2026. Peringatan ini disampaikan seiring meningkatnya potensi curah hujan di sejumlah wilayah NTB.

"Saat ini wilayah NTB sudah memasuki periode musim hujan dan sebagian sedang memasuki periode puncak," kata Prakirawan Stasiun Klimatologi BMKG NTB Nindya Kirana di Mataram, Senin (12/1).

Berdasarkan analisis prakiraan cuaca BMKG, curah hujan di NTB sempat mengalami penurunan pada Dasarian I Januari 2026, yakni periode 1-10 Januari. Kondisi tersebut dikenal sebagai jeda monsun, fenomena yang lazim terjadi di kawasan Asia Tenggara saat musim penghujan.

Meski demikian, Nindya menegaskan potensi hujan tetap perlu diantisipasi pada dasarian berikutnya, terutama saat puncak musim hujan berlangsung.

"Kami imbau masyarakat agar memperhatikan kebersihan dan debit di wilayah aliran air, serta mewaspadai potensi hujan ekstrem dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba," ujarnya.

Dalam laporan BMKG, peluang terjadinya curah hujan tinggi pada periode 11-20 Januari 2026 atau Dasarian II Januari diprediksi hampir merata di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Probabilitas hujan sebesar 70 hingga 90 persen dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per dasarian berpotensi terjadi di seluruh Pulau Lombok, Sumbawa Barat, Sumbawa, dan Bima.

Sementara itu, wilayah Tambora, Sanggar, Pekat, dan Labuhan Badas memiliki peluang 60 hingga lebih dari 90 persen mengalami hujan lebat dengan intensitas di atas 100 milimeter per dasarian. Adapun wilayah Lombok Utara dan Lombok Selatan diprakirakan berpeluang 50 hingga 70 persen mengalami hujan dengan intensitas serupa.

"Indikasi curah hujan tinggi dengan level siaga pada Dasarian II Januari 2026 berada di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu dan Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima," kata Nindya.

Sepanjang Dasarian I Januari 2026, BMKG mencatat sifat hujan di NTB bervariasi, mulai dari kategori bawah normal hingga atas normal. Curah hujan tertinggi tercatat di Pos Hujan Donggo O’o, Kabupaten Bima, dengan intensitas mencapai 378 milimeter per dasarian.

Peningkatan curah hujan ini didukung oleh sejumlah faktor dinamika atmosfer, di antaranya anomali suhu permukaan laut minus 0,7 derajat Celsius yang mengindikasikan fenomena La Niña lemah dan diperkirakan bertahan hingga awal 2026. Selain itu, aliran massa udara di Indonesia didominasi angin baratan yang membawa uap air dari Samudra Hindia ke wilayah NTB, serta aktivitas gelombang atmosfer yang diprediksi masih aktif hingga Dasarian II Januari 2026. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya