Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Umrah Makin Praktis, Kemenhaj Siapkan Layanan Check-in hingga Urus Paspor di Asrama Haji

Akmal Fauzi
13/2/2026 19:40
Umrah Makin Praktis, Kemenhaj Siapkan Layanan Check-in hingga Urus Paspor di Asrama Haji
Ilustrasi: Jemaah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta(Dok Kemenhaj)

KEMENTERIAN Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah mematangkan langkah strategis untuk mentransformasi asrama haji menjadi pusat pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah. Dengan pemanfaatan lahan yang luas, asrama haji tidak lagi diposisikan semata sebagai tempat penginapan, melainkan juga sebagai pusat layanan terpadu (One Stop Services) bagi jemaah umrah.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta Garuda Indonesia. Fokus utamanya adalah menghadirkan kemudahan dan kenyamanan tambahan bagi jemaah sebelum bertolak ke Tanah Suci.

Melalui konsep One Stop Services, jemaah umrah maupun Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang menggunakan Garuda Indonesia dapat memilih keberangkatan dari asrama haji. 

Jika opsi ini dipilih, jemaah akan memperoleh sejumlah fasilitas, antara lain:

1. Bimbingan Manasik – Pemantapan ibadah sebelum keberangkatan.
2. City Check-in – Pengurusan bagasi dan kartu naik pesawat (boarding pass) langsung di lokasi.
3. Layanan Imigrasi – Pemeriksaan paspor yang diselesaikan di asrama haji.
4. Transportasi Langsung ke Apron – Jemaah diantar menggunakan bus khusus menuju pintu pesawat di bandara tanpa harus mengantre di terminal keberangkatan umum.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, menegaskan bahwa layanan ini dirancang untuk mengurangi kepadatan serta waktu tunggu jemaah di bandara. Namun demikian, ia menekankan bahwa fasilitas tersebut bersifat opsional.

"Pemerintah menyediakan fasilitas ini murni untuk memberikan kenyamanan lebih bagi jemaah. Perlu kami sampaikan bahwa One Stop Services ini adalah sebuah pilihan atau opsi, bukan hal yang wajib bagi jemaah umrah," ujar Maria Assegaf dalam pernyataan tertulis yang diterima, Jumat (13/2).

Saat ini, konsep tersebut memasuki tahap pematangan akhir. Sebagai langkah awal, pemerintah akan menunjuk satu asrama haji sebagai lokasi percontohan (pilot project) sebelum diterapkan secara lebih luas di berbagai daerah.

Meski kerja sama baru terjalin dengan Garuda Indonesia, pemerintah membuka peluang kolaborasi dengan maskapai lain ke depan guna memperluas cakupan layanan.

"Asrama haji memiliki potensi luar biasa untuk dimanfaatkan bagi banyak hal yang produktif. Kami memulai dengan ekosistem umrah ini agar perjalanan ibadah masyarakat menjadi lebih khusyuk dan efisien," kata Maria.
(Mal)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya