Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Perkuat Program Makan Bergizi Gratis, Indonesia-Tiongkok Jalin Kemitraan Teknologi Hijau

Basuki Eka Purnama
07/2/2026 09:26
Perkuat Program Makan Bergizi Gratis, Indonesia-Tiongkok Jalin Kemitraan Teknologi Hijau
Penandatanganan MoU dengan Tiongkok untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui transfer teknologi modern tanpa membuka kran impor bahan pangan di Kota Bandung, Jumat (6/2/2026) malam.(MI/HO)

PEMERINTAH Indonesia resmi memperkuat kerja sama strategis dengan Tiongkok di sektor energi hijau dan ketahanan pangan. Kolaborasi ini diarahkan khusus untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui transfer teknologi modern tanpa membuka kran impor bahan pangan.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Makan Bergizi Gratis Indonesia Wilayah Jawa Barat, Riezka Rahmatiana, menegaskan bahwa kemitraan ini murni berfokus pada pemanfaatan teknologi untuk efisiensi produksi dalam negeri.

“MoU ini fokus pada dua sektor utama. Yakni energi hijau dan ketahanan pangan. Dari Tiongkok kita hanya mengambil teknologi, sistem dan kendaraan rendah polusi. Untuk program MBG, semuanya 100 persen lokal. Mulai dari UMKM, bahan baku hingga tenaga kerjanya,” ujar Riezka usai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Kota Bandung, Jumat (6/2/2026) malam.

Efisiensi Dapur dan Distribusi Ramah Lingkungan

Teknologi yang diadopsi dari Tiongkok nantinya akan diimplementasikan pada sekitar 80.000 dapur terintegrasi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat pengolahan makanan sekaligus meminimalkan limbah operasional.

“Kita ingin produksi pangan semakin cepat, aman, efisien dan ramah lingkungan. Tidak ada barang impor untuk kebutuhan dapur, hanya teknologinya saja sebagai alat bantu,” tegas Riezka.

Selain infrastruktur dapur, distribusi pangan akan didukung oleh ekosistem transportasi cerdas, mulai dari penggunaan kendaraan listrik hingga sistem manajemen berbasis komputasi awan (*cloud computing*). Hal ini selaras dengan urgensi penanganan perubahan iklim.

Investasi Manufaktur dan Masa Depan Berkelanjutan

Kemitraan ini juga mencakup rencana besar pembangunan manufaktur kendaraan listrik di Indonesia. Investasi ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru melalui penyerapan tenaga kerja lokal.

Managing Director Newfront International Group, Kevin Wang, menyatakan bahwa sinergi ini menggabungkan potensi sumber daya alam Indonesia dengan keunggulan teknologi Tiongkok, terutama di bidang fotovoltaik dan penyimpanan energi.

“Ini bukan sekadar kerja sama teknis. Ini adalah pilihan bersama yang berorientasi pada masa depan, menggabungkan potensi sumber daya Indonesia dengan keunggulan teknologi hijau Tiongkok,” kata Kevin.

Di sektor pangan, Kevin menyoroti bahwa pengalaman Tiongkok dalam mekanisasi pertanian dan logistik cerdas akan memastikan rantai pasok dari lahan pertanian hingga ke meja makan berjalan tepat sasaran. Menurutnya, fondasi kesehatan generasi mendatang harus dibangun di atas pangan yang aman dan lingkungan yang bersih.

Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam mendukung prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ketahanan pangan dan kemandirian energi sebagai pilar utama pembangunan nasional. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya