Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Menteri Mu'ti Sampaikan Duka Mendalam Wafatnya Siswa YBR, Kemendikdasmen Berikan Santunan

Syarief Oebaidillah
06/2/2026 22:15
Menteri Mu'ti Sampaikan Duka Mendalam Wafatnya Siswa YBR, Kemendikdasmen Berikan Santunan
Ilustrasi(Dok Istimewa)

SEBAGAI wujud empati dan kepedulian, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengunjungi rumah duka almarhum YBR atau Yohanes Bastian Roja (10), seorang siswa kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (5/2). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut komitmen kementerian dalam mendampingi keluarga yang tengah berduka.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya Yohanes. Guru Besar UIN Jakarta ini menekankan bahwa peristiwa ini mesti menjadi momentum evaluasi agar kejadian ini tidak terulang kembali.

“Secara pribadi dan atas nama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, saya menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Yohanes Bastian Roja. Meninggalnya Yohanes merupakan catatan dan pelajaran bagi semua pihak akan pentingnya perhatian, penanaman nilai-nilai agama, dan ketahanan keluarga bagi anak-anak oleh orang tua, masyarakat, guru, tokoh agama, dan penyelenggara pendidikan, termasuk Kemendikdasmen,” kata Menteri Mu’ti.

Adapun kunjungan ke kediaman almarhum dilakukan oleh perwakilan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen di wilayah NTT, yang terdiri dari Kepala Subbagian Umum Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTT, Damita Limbu, perwakilan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) NTT, Risyono disaksikan perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada, NTT. Selain menyampaikan belasungkawa, tim kementerian juga menyerahkan santunan untuk membantu meringankan beban keluarga.

Bantuan tersebut diterima langsung pihak keluarga, yakni Maria Goreti Te’a (ibunda almarhum), Wihelmina Nenu (nenek), dan Dominikus Nou (paman). Dominikus, mewakili pihak keluarga, menyampaikan apresiasi atas perhatian cepat yang diberikan pemerintah pusat.

“Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kemendikdasmen atas bantuan yang diberikan. Kiranya ini dapat membantu keluarga untuk proses adat terkait kematian almarhum dan kebutuhan lainnya. Keluarga tidak bisa membalas dengan apa-apa, selain doa agar Tuhan membalas budi baik kementerian,” ungkap Dominikus dengan haru.

Sebelumnya, melalui pernyataan resmi pada 4 Februari 2026, Kemendikdasmen menegaskan bahwa kondisi emosional anak dipengaruhi oleh berbagai faktor kompleks yang memerlukan perhatian berkelanjutan dari sekolah, keluarga, dan masyarakat. Mendiang Yohanes sendiri tercatat sebagai penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP), namun kementerian menekankan bahwa perlindungan anak tidak boleh berhenti pada dukungan finansial semata.

Kementerian berkomitmen melalui BPMP NTT untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna memastikan dukungan keberlanjutan pendidikan bagi anggota keluarga lainnya serta memberikan pendampingan psikososial yang diperlukan.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan suportif agar setiap anak merasa didengar dan dihargai,” pungkas Abdul Mu’ti. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya