Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Surat Al-Muzzammil Lengkap: Asbabun Nuzul, Pesan Pokok, dan Keutamaannya

Wisnu Arto Subari
31/1/2026 14:53
Surat Al-Muzzammil Lengkap: Asbabun Nuzul, Pesan Pokok, dan Keutamaannya
Ilustrasi.(Freepik)

SURAT Al-Muzzammil adalah surat ke-73 dalam Al-Qur'an yang memiliki kedudukan sangat istimewa dalam sejarah dakwah Nabi Muhammad SAW. Terdiri dari 20 ayat, surat ini tergolong Makkiyah (diturunkan di Mekkah) dalam juz 29, meskipun ada pendapat ulama yang menyatakan ayat terakhirnya turun di Madinah.

Nama Al-Muzzammil diambil dari ayat pertama yang berarti orang yang berselimut. Surat ini bukan sekadar bacaan, melainkan instruksi langsung dari Allah SWT kepada Nabi untuk mempersiapkan kekuatan mental dan spiritual melalui ibadah malam guna menghadapi beratnya beban wahyu yang akan diterima.

1. Asbabun Nuzul: Kisah di Balik Orang yang Berselimut

Latar belakang turunnya surat ini (Asbabun Nuzul) sangat erat kaitannya dengan kondisi psikologis Nabi Muhammad SAW di awal masa kenabian. Terdapat beberapa riwayat yang masyhur mengenai hal ini:

Peristiwa di Gua Hira dan Ketakutan Nabi

Menurut riwayat yang shahih, setelah menerima wahyu pertama di Gua Hira dan bertemu Malaikat Jibril dalam bentuk aslinya, Nabi Muhammad SAW pulang ke rumah dalam keadaan gemetar ketakutan. Beliau berkata kepada istrinya, Khadijah RA, "Zammiluni, zammiluni" (Selimuti aku, selimuti aku).

Dalam kondisi berselimut itulah, Allah SWT menurunkan firman-Nya, "Wahai orang yang berselimut (Muhammad)! Bangunlah (untuk shalat) pada malam hari...". Panggilan ini adalah transisi dari kenyamanan istirahat menuju medan perjuangan dakwah yang berat.

Riwayat Jabir bin Abdullah

Dalam riwayat lain dari Jabir bin Abdullah, Nabi menceritakan bahwa beliau mendengar suara dari langit. Ketika menengadah, beliau melihat Jibril duduk di antara langit dan bumi. Rasa takut kembali menyergap hingga beliau pulang dan meminta diselimuti. Maka turunlah ayat ini sebagai perintah untuk bangkit dan memperkuat hubungan dengan Allah.

2. Pesan Pokok dan Kandungan Utama

Surat Al-Muzzammil memuat kurikulum pembinaan spiritual bagi para dai dan umat Islam secara umum. Berikut adalah poin-poin kuncinya:

A. Perintah Qiyamul Lail (Shalat Malam)

Inti dari bagian awal surat ini adalah kewajiban bangun malam untuk beribadah. Pada awal Islam, Qiyamul Lail hukumnya wajib bagi Nabi dan para sahabat selama setahun penuh, hingga kaki mereka bengkak karena lamanya berdiri. Namun, pada ayat ke-20 (ayat terakhir), Allah memberikan keringanan (rukhsah) sehingga hukumnya menjadi sunnah muakkad bagi umat, namun tetap sangat dianjurkan bagi Nabi.

B. Membaca Al-Qur'an dengan Tartil

Allah berfirman, "Wa rattilil-qur'ana tartila" (Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan/tartil). Ini adalah pedoman teknis membaca Al-Qur'an. Tartil berarti:

  • Membaca dengan pelan dan tidak terburu-buru.
  • Memperjelas pengucapan setiap huruf (makhraj).
  • Merenungi maknanya (tadabbur).

C. Qaulan Tsaqila (Perkataan yang Berat)

Allah menyebutkan bahwa Dia akan menurunkan perkataan yang berat (Al-Qur'an/Syariat). Ibadah malam disiapkan sebagai sarana untuk menguatkan jiwa agar sanggup memikul beban amanah yang berat tersebut. Ini menunjukkan korelasi antara kekuatan spiritual malam hari dengan produktivitas dan ketahanan di siang hari.

3. Tabel Ringkasan Fakta Surat Al-Muzzammil

Aspek Keterangan
Arti Nama Orang yang Berselimut
Jumlah Ayat 20 Ayat
Golongan Makkiyah (Ayat 20 dianggap Madaniyah oleh sebagian ulama)
Topik Utama Shalat Malam, Tartil Qur'an, Kesabaran, Hari Kiamat

4. Keutamaan Membaca dan Mengamalkan Surat Al-Muzzammil

Membaca dan merenungi Surat Al-Muzzammil memiliki dampak besar bagi kehidupan seorang Muslim, di antaranya:

Mendapatkan Kekuatan Spiritual (Inner Power)

Sebagaimana tujuan awal surat ini diturunkan, membacanya mengingatkan kita pada sumber kekuatan sejati. Bagi mereka yang merasa lelah dengan beban hidup atau pekerjaan, mengamalkan pesan surat ini (bangun malam) adalah solusi untuk recharge energi ruhiyah.

Kemudahan dalam Urusan Dunia dan Akhirat

Ayat ke-20 menekankan tentang sedekah, istighfar, dan shalat. Allah menjanjikan balasan yang lebih baik dan lebih besar pahalanya di sisi-Nya. Rutin membaca dan mengamalkan isinya dipercaya dapat melancarkan rezeki dan memberikan ketenangan hati dalam menghadapi masalah duniawi (Siang hari untuk urusan yang panjang).

Syafaat Al-Qur'an

Seperti surat-surat lain, membaca Al-Muzzammil bernilai ibadah yakni satu huruf diganjar sepuluh kebaikan. Membacanya secara rutin, terutama saat Qiyamul Lail, akan menjadikannya cahaya dan syafaat di hari kiamat kelak.

Termasuk dalam Al-Mufashshal

Surat Al-Muzzammil diberikan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai tambahan. Dengan demikian, beliau memiliki keistimewaan dan keutamaan dibandingkan dengan nabi-nabi sebelumnya.

Pembacanya memperoleh kehidupan dan kematian yang baik atau husnulkhatimah

Dari Abi Abdullah berkata, "Barangsiapa yang membaca Surat Al-Muzzammil di waktu isya akhir, atau di akhir malam (menjelang subuh), malam dan siang akan besaksi (kebaikan) untuknya bersama Surat Al-Muzzammil. Allah akan memberinya kehidupan yang baik dan akan mematikannya dengan kematian yang baik pula." (Tsawabul A'mal: 150)

Pahala membebaskan budak

Orang yang membacanya akan memperoleh pahala memerdekakan budak di jalan Allah sejumlah jin dan setan, dihilangkan semua kesulitannya, dan dapat bermimpi berjumpa dengan Nabi Muhammad SAW.

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barangsiapa yang membaca surat ini (Surat Al-Muzzammil), ia akan memperoleh pahala seperti pahala orang yang memerdekakan budak di jalan Allah, sejumlah jin dan setan dan Allah akan mengangkat kesulitannya di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang membacanya secara istiqamah, ia dapat melihatku dalam mimpi, lalu ia dapat meminta apa yang diinginkan hatinya." (Tafsirul Burhan, Juz 8: 136)

Dapat ampunan besar

Orang yang membacanya akan memperoleh ampunan 100 dosa dan dicatat 100 kebaikan.

Ash-Shidiq berkata, "Barangsiapa yang membacanya (Surat Al-Muzzammil) secara istikamah, ia dapat melihat Nabi (dalam mimpi) dan minta apa yang diinginkannya kepada beliau. Allah pun akan memberikan semua kebaikan yang diinginkannya. Barangsiapa yang membacanya di malam Jumat sebanyak 100 kali, Allah akan mengampuni 100 dosanya dan dicatat untuknya 100 kebaikan dengan 10 yang semisal dengannya, sebagaimana Firman Allah." (Tafsirul Burhan, Juz 8: 136)

5. Penutup

Surat Al-Muzzammil mengajarkan kita bahwa kesuksesan besar di siang hari (dalam karier, dakwah, atau kehidupan sosial) dimulai dari kemenangan di sepertiga malam terakhir. Ia adalah surat tentang disiplin diri, kedekatan dengan Ilahi, dan cara terbaik berinteraksi dengan Al-Qur'an.

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya