Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Cara Aman Konsumsi Buah dan Daging Terhindar dari Penularan Virus Nipah

M Iqbal Al Machmudi
29/1/2026 18:21
Cara Aman Konsumsi Buah dan Daging Terhindar dari Penularan Virus Nipah
Ilustrasi(Antara)

VIRUS Nipah merupakan penyakit zoonotik dari kelelawar sebagai inang alaminya. Kebiasaan hewan tersebut yang mengonsumsi buah dari pohonnya membuat virus Nipah bisa berpindah ke manusia.

Pada kelelawar buah genus Pteropodidae banyak ditemukan di beberapa negara seperti Australia, Bangladesh, Kamboja, Tiongkok, India, Indonesia, Madagaskar, Malaysia, Papua Nugini, Thailand, dan Timor Leste.

Oleh karena itu, Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Dominicus Husada, meminta masyarakat untuk melakukan PHBS, tidak memakan buah bekas gigitan kelelawar, hingga tidak mengonsumsi daging mentah.

"Buah selalu cuci bersih kalau itu ada kulitnya dikupas tuntas biasanya risikonya menjadi hampir nol," kata Dominicus dalam konferensi pers secara daring, Kamis (29/1).

Kemudian untuk mengolah daging harus dimasak matang agar virus itu mati.

"Jadi kalau kita memasaknya maka virus ini mati itu prinsip umum bukan cuma untuk cegah virus Nipah tapi bisa untuk virus-virus yang lain juga," ujar dia.

Selain kelelawar buah sebagai inang alamiah, virus Nipah dapat menginfeksi beberapa hewan seperti babi, kuda, kambing, domba, kucing, dan anjing.

Virus Nipah sangat menular ketika sudah menginfeksi babi, dengan waktu infeksius terjadi saat masa inkubasi 4–14 hari.

"Umumnya, babi yang terinfeksi tidak mengalami gejala apa pun, namun beberapa mengalami demam akut, sesak napas, dan gejala neurologis seperti gemetar, berkedut, dan kejang otot," ungkapnya.

Adapun perlu diwaspadai pula apabila babi tersebut mengalami batuk yang tidak biasa. (Iam/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya