Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
VIRUS Nipah merupakan penyakit zoonotik dari kelelawar sebagai inang alaminya. Kebiasaan hewan tersebut yang mengonsumsi buah dari pohonnya membuat virus Nipah bisa berpindah ke manusia.
Pada kelelawar buah genus Pteropodidae banyak ditemukan di beberapa negara seperti Australia, Bangladesh, Kamboja, Tiongkok, India, Indonesia, Madagaskar, Malaysia, Papua Nugini, Thailand, dan Timor Leste.
Oleh karena itu, Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Dominicus Husada, meminta masyarakat untuk melakukan PHBS, tidak memakan buah bekas gigitan kelelawar, hingga tidak mengonsumsi daging mentah.
"Buah selalu cuci bersih kalau itu ada kulitnya dikupas tuntas biasanya risikonya menjadi hampir nol," kata Dominicus dalam konferensi pers secara daring, Kamis (29/1).
Kemudian untuk mengolah daging harus dimasak matang agar virus itu mati.
"Jadi kalau kita memasaknya maka virus ini mati itu prinsip umum bukan cuma untuk cegah virus Nipah tapi bisa untuk virus-virus yang lain juga," ujar dia.
Selain kelelawar buah sebagai inang alamiah, virus Nipah dapat menginfeksi beberapa hewan seperti babi, kuda, kambing, domba, kucing, dan anjing.
Virus Nipah sangat menular ketika sudah menginfeksi babi, dengan waktu infeksius terjadi saat masa inkubasi 4–14 hari.
"Umumnya, babi yang terinfeksi tidak mengalami gejala apa pun, namun beberapa mengalami demam akut, sesak napas, dan gejala neurologis seperti gemetar, berkedut, dan kejang otot," ungkapnya.
Adapun perlu diwaspadai pula apabila babi tersebut mengalami batuk yang tidak biasa. (Iam/I-1)
Panduan lengkap jalur penularan virus Nipah dari hewan, makanan, hingga antarmanusia. Dilengkapi gejala terbaru dan langkah pencegahan medis 2026
. Penularan virus Nipah dari kelelawar ini kemudian menular ke manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui makanan terkontaminasi.
Kelelawar buah dari famili Pteropodidae memegang peranan utama dalam sirkulasi virus Nipah di alam liar.
Ancaman utama dari Virus Nipah terletak pada angka kematiannya yang sangat tinggi, yakni mencapai 75%.
Virus Nipah secara alami berasal dari kelelawar pemakan buah dari genus Pteropus atau dikenal sebagai flying fox.
Balai Karantina Kesehatan Kelas II Pangkalpinang (BKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengingatkan potensi masuknya virus Nipah ke Indonesia seiring fenomena migrasi satwa liar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved