Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
JAGAT maya pada awal tahun 2026 dihebohkan oleh insiden memilukan yang menimpa Sudrajat (49), seorang pedagang es keliling di Kemayoran, Jakarta Pusat. Ia menjadi korban kekerasan oknum aparat hanya karena kesalahpahaman mengenai tekstur dagangannya, Es Gabus.
Tuduhan tak berdasar bahwa es gabus tersebut terbuat dari "spons" atau busa kasur memicu reaksi keras publik, terutama setelah hasil uji laboratorium membuktikan bahwa jajanan tersebut 100% aman dan terbuat dari bahan pangan alami. Insiden ini tidak hanya membuka mata kita tentang pentingnya verifikasi fakta, tetapi juga membangkitkan nostalgia kolektif terhadap jajanan legendaris ini.
Lantas, apa sebenarnya es gabus itu? Mengapa teksturnya memang mirip gabus atau spons? Berikut ulasan lengkap mengenai sejarah, fakta sains di balik teksturnya, hingga resep aslinya.
Es gabus, atau di beberapa daerah dikenal sebagai es wadai atau es kue, adalah kudapan beku tradisional Indonesia yang sangat populer pada era 1980-an hingga 1990-an. Berbeda dengan es lilin atau es krim yang berbahan dasar susu atau santan cair, es gabus memiliki tekstur yang unik: padat, empuk, namun sedikit kenyal saat digigit.
Kesalahpahaman yang dialami oleh oknum aparat di Kemayoran sebenarnya bisa dijelaskan secara kuliner dan sains. Tekstur "seperti spons" inilah yang justru menjadi ciri otentik es gabus, bukan tanda bahaya.
Penyebab utamanya adalah penggunaan tepung Hunkwe. Hunkwe adalah pati yang diekstrak dari kacang hijau. Saat dimasak dengan santan dan didinginkan, pati ini akan mengalami proses retrogradasi yang membentuk gel yang sangat kokoh namun tidak keras seperti es batu air biasa.
Ketika dibekukan di freezer, kandungan air dalam gel hunkwe mengkristal, menciptakan pori-pori mikro di dalam adonan padat tersebut. Inilah yang memberikan sensasi "gabus" saat digigit—terasa kering dan ringan di mulut, lalu lumer perlahan. Jadi, jika es gabus tidak bertekstur seperti spons, kemungkinan besar takaran tepung hunkwe-nya justru kurang pas.
Meski sulit melacak tahun pasti kemunculannya, es gabus diyakini sudah ada sejak zaman kolonial. Penggunaan tepung hunkwe (dari bahasa Hokkien: hún-kóe) mengindikasikan adanya pengaruh kuat budaya Tionghoa Peranakan dalam terciptanya jajanan ini.
Dahulu, es ini dijajakan oleh pedagang keliling menggunakan gerobak atau termos es sederhana di depan sekolah-sekolah dasar. Harganya yang murah meriah menjadikannya primadona anak-anak "generasi 90-an" sebelum gempuran es krim pabrikan modern masuk ke pasar.
Arogansi oknum Babinsa TNI dan Bhabinkamtibmas Polri terhadap penjual es gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat, berpotensi melanggar hukum pidana.
AWAL tahun 2026 diwarnai dengan tuduhan terhadap seorang warga yang mengklaim es gabus yang dituduh menggunakan spons. Ini penjelasan dari sisi sains tentang es gabus.
INSIDEN viral di awal tahun 2026 yang menimpa pedagang es gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat, membuka kotak pandora ingatan kolektif masyarakat Indonesia.
Ingin bernostalgia atau membuktikan sendiri keamanan bahan-bahannya? Anda bisa membuat es gabus sendiri di rumah dengan resep otentik berikut ini.
Yusril Ihza Mahendra, menyatakan kasus es gabus yang melibatkan aparat penegak hukum masuk dalam pembahasan kewenangan Polri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved