Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Perkuat Sinergi Lintas Negara, Puluhan Kampus Indonesia Gelar FGD dan PkM di Malaysia

Basuki Eka Purnama
28/1/2026 17:36
Perkuat Sinergi Lintas Negara, Puluhan Kampus Indonesia Gelar FGD dan PkM di Malaysia
FGD dan Pkm yang diadakan 56 perguruan tinggi asal Indonesia di Malaysia.(MI/HO)

UPAYA memperkuat kolaborasi strategis antara dunia akademik dan industri kembali diwujudkan melalui rangkaian kegiatan internasional di Malaysia. Agenda yang mempertemukan perspektif teori dan praktik ini dikemas dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) lintas negara.

Rangkaian kegiatan dimulai pada Sabtu (24/1), di Pudu Convention Hall, Kuala Lumpur. FGD ini dihadiri oleh perwakilan dari 56 perguruan tinggi se-Indonesia yang berdialog langsung dengan pelaku industri Malaysia. 

Dipimpin oleh Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta Prof. Usep Suhud, diskusi ini menekankan pentingnya sinergi nyata agar perguruan tinggi tetap relevan dengan dinamika global.

“Kolaborasi internasional seperti ini penting agar perguruan tinggi mampu merespons kebutuhan riil industri dan tantangan global,” ujar Prof. Usep.

Dalam kesempatan tersebut, hadir Siti Khadijah Apparel, merek busana muslimah premium terkemuka di Malaysia. 

Komaruddin, perwakilan dari Siti Khadijah Apparel, menjelaskan bahwa industri fesyen Muslimah harus berlandaskan pada nilai yang kuat, melampaui sekadar tren komersial.

“Kenyamanan ibadah, kualitas, dan identitas syariat harus menjadi fondasi utama agar busana memiliki makna spiritual, bukan hanya nilai komersial,” tegas Komaruddin.

Diskusi berlangsung dinamis saat para dosen menggali peluang kolaborasi riset, inovasi desain, hingga strategi pengembangan sumber daya manusia. 

Ketua STIM Lasharan Jaya Makassar, Associate Professor Dr. Hernita, menilai momentum ini sangat krusial untuk menjembatani jarak antara kurikulum akademik dan praktik nyata di industri.

Pemberdayaan Pekerja Migran

Tidak berhenti pada diskusi teori, aksi nyata berlanjut pada Minggu (25/1) melalui program PkM Internasional di Sanggar Bimbingan Sungai Mulia, Malaysia. 

Sebanyak 73 dosen dari 55 perguruan tinggi turun langsung memberikan pelatihan kewirausahaan kepada lebih dari 100 pekerja migran Indonesia.

Mimin Mintarsih, pimpinan sanggar, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran para akademisi. Ia berharap pelatihan ini menjadi bekal berharga bagi para pekerja migran.

“Melalui PkM internasional ini, kami berharap pekerja migran dapat memiliki kesiapan mental, keterampilan, dan rencana usaha yang matang agar mampu menjadi pelaku ekonomi produktif dan berdaya saing,” tutur Mimin.

Senada dengan hal tersebut, Hernita menekankan bahwa peran akademisi dalam mendampingi masyarakat harus melampaui batas-batas negara. Menurutnya, pendampingan berkelanjutan sangat dibutuhkan agar para pekerja migran memiliki visi kemandirian ekonomi saat kelak kembali ke tanah air. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya